THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 11 Agustus 2010

Buat Ayah

Ya, ALLAH, Aku berdoa untuk seorang pria , yang akan menjadi bagian dari hidupku.

Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.

Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.

Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.

Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.

Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.

Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.

Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.

Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada disebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna, Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.

Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.

Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.

Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.

Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta: Jadikanlah aku menjadi seorang wanita yang dapat membuat pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.

Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU, bukan dari luar diriku.

Karya: PeDe

Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.

Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.

Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan "betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan .

moga Q bisa jadi istri dan bunda yang baik untuk suami dan anak2Q

Karya : PeDe
Di mana lagi aku temui perempuan semacammu?
Tilawahmu tidaklah terlalu merdu, keimananmu pun seolah bersandar
kepadaku.
Tapi, di mana lagi aku temui perempuan seikhlasmu?
Wajahmu tak cantik melulu, masakanmu pun tidak lezat selalu.
Tapi, katakan kepadaku, di mana lagi aku jumpai perempuan seperkasamu?
Kau bahkan tidak biasa berbicara mewakili dirimu sendiri, dan acapkali
menyampaikan isi hatimu dalam bahasa yang tak berkata-kata.

Demi Tuhan, tapi aku benar-benar tidak tahu, ke mana lagi aku cari
perempuan seinspiratif dirimu?
Ingatkah lima tahun lalu aku hanya memberimu selingkar cincin 3 gram
yang engkau pilih sendirian? Tidak ada yang spektakuler pada awal
penyatuan kita dulu. Hanya itu. Karena aku memang tidak punya apa-apa.
Ah, bagaimana bisa aku menemukan perempuan lain sepertimu?

Aku tidak akan melupakan amplop-amplop lusuhmu, menyimpan lembaran
ribuan yang kausiapkan untuk belanja satu bulan. Dua ribu per hari.
Sudah kauhitung dengan cermat. Berapa rupiah untuk minyak tanah, tempe,
cabe, dan sawi. Ingatkah, Sayang? Dulu kita begitu akrab dengan racikan
menu itu. Setiap hari. Sekarang aku mulai merasa, itulah masa paling
indah sepanjang pernikahan kita.

Lepas maghrib aku pulang, berkeringat sebadan, dan kaumenyambutku dengan
tenang. Segelas air putih, makan malam: tempe, sambal, dan lalap sawi.
Kita bahagia. Sangat bahagia…..

Aku bercerita, seharian ada apa di tempat kerja. Kau memijiti punggungku
dengan jemarimu yang lemah tapi digdaya. Kau lalu bercerita tentang
tingkah anak-anak tetangga… Kala itu kita begitu menginginkan
hadirnya buah cinta yang namanya pun telah kusiapkan sejak
bertahun-tahun sebelumnya.
Kita tidak pernah berhenti berharap, kan, Honey?
Dua kali engkau menahan tangismu di ruang dokter saat kandunganmu mesti
digugurkan. Aku menyiapkan dadaku untuk kepalamu, lalu membisikkan
kata-kata sebisaku, "tidak apa-apa. Nanti kita coba lagi. Tidak
apa-apa."

Di atas angkot, sepulang dari dokter, kita sama-sama menangis, tanpa
isak, dan menatap arah yang berlawanan. Tapi, masih saja kukatakan
kepadamu, "Tidak apa-apa, Sayang. Tidak apa-apa. Kita masih
muda." Engkau tahu betapa lukanya aku. Namun, aku sangat tahu,
lukamu berkali lipat lebih menganga dibanding yang kupunya. Engkau
selalu bisa segera tersenyum setelah merasakan sakit yang mengaduk
perutmu, saat calon bayi kita dikeluarkan. Kaumemintaku menguburkannya
di depan rumah kita yang sepetak. "Yang dalam, Kang. Biar nggak
digali anjing."
Jadi, ke mana aku bisa mencari perempuan sekuat dirimu?

Kaupasti tak pernah tahu, ketika suatu petang, sewaktu aku masih di
tempat kerja, hampir merembes air mataku ketika kauberitahu. "Kang,
Mimi ke Ujung Berung, jual cincin." Cincin yang mana lagi? Engkau
sedang membicarakan cincin kawinmu, Sayang. Yang 3 gram itu. Aku
membayangkan bagaimana kau beradu tawar menawar dengan pembeli emas
pinggir jalan. Bukankah seharusnya aku masih mampu memberimu uang untuk
makan kita beberapa hari ke depan? Tidak harus engkau yang ke luar
rumah, melawan gemetar badanmu, bertemu dengan orang-orang asing.
Terutama … untuk menjual cincinmu? Cincin yang seharusnya menjadi
monumen cinta kita. Tapi kausanggup melakukannya. Dan, ketika kupulang,
dengan keringat sebadan, engkau menyambutku dengan tenang. Malam itu,
tidak cuma tempe, cabe, dan lalap sawi yang kita makan. Kaupulang
membawa uang.

Duh, Gusti, jadi bagaimana aku sanggup berpikir untuk mencari perempuan
lain seperti dirinya?
Ketika kondisi kita membaik, bukankah engkau tidak pernah meminta
macam-macam, Cinta? Engkau tetap sesederhana dulu. Kaubelanja dengan
penuh perhitungan. Kauminta perhatianku sedikit saja. Kau kerjakan semua
yang seharusnya dikerjakan beberapa orang. Kaucintai aku sampai ke
lapisan tulang. Sampai membran tertipis pada hatimu.

Ingatkah, Sayang? Aku pernah menghadiahimu baju, yang setelah itu kautak
mau lagi membeli pakaian selama bertahun-tahun kemudian. Baju itu
seharga kambing, katamu. Kautak mau buang-buang uang. Bukankah telah
kubebaskan kau mengelola uang kita? Kautetap seperti dulu. Membuat
prioritas-prioritas yang kadang membuatku kesal. Kau lebih suka mengisi
celengan ayam jagomu daripada membeli sedikit kebutuhanmu sendiri.

Dunia, kupikir aku tak akan pernah menemui lagi perempuan seperti dia.
Sepekan lalu, Sayang, sementara di rahimmu anak kita telah sempurna,
kaumasih memikirkan aku. Menanyai bagaimana puasaku, bukaku, sahurku?
Siapa yang mencuci baju-bajuku, menyetrika pakaianku. Bukankah sudah
kupersilakan engkau menikmati kehamilanmu dan menyiapkan diri untuk
perjuanganmu melahirkan anak kita?

"Kang, maaf, ya, dah bikin khawatir, gak boleh libur juga gak papa.
Tadi tiba-tiba gak enak perasaan. Tau nih, mungkin krn bentar lagi."
Bunyi smsmu saat kudalam perjalanan menuju Jakarta. Panggilan tugas.
Dan, engkau sangat tahu, bagiku pekerjaan bukan neraka, tetapi komitmen.
Seberat apa pun, sepepat apa pun, pekerjaan adalah sebuah proses
menyelesaikan apa yang pernah aku mulai. Tidak boleh mengeluh, tidak
boleh menjadikannya kambing hitam. Membaca lagi SMSmu membuatku semakin
tebal bertanya, ke mana lagi kucari seorang pecinta semacammu.
Kaumencintaiku dengan memberiku sayap. Sayap yang mampu membawaku
terbang bebas, namun selalu memberiku alamat pulang kepadamu. Selalu.

Lalu SMS mu itu kemudian menjadi firasat. Sebab, segera menyusul
teleponmu, pecah ketubanmu. Aku harus segera menemuimu. Secepat-cepatnya
meninggalkan Bandung menuju Cirebon untuk mendampingimu. "Terus kamu
kenapa masih di sini? Pulang saja," kata atasanku ketika itu. Engkau
tahu, Sayang, aku masih berada di dalam meeting ketika teleponmu
mengabarkan semakin mendekatnya detik-detik lahirnya "tentara
kecil" kita. Ketika itu aku masih berpikir, boleh kuselesaikan
meeting itu dulu, agar tidak ada beban yang belum terselesaikan. Tapi,
tidak. Atasanku bilang, tidak. "Pulang saja," katanya.. Baru
kubetul-betul sadar, memang aku segera harus pulang. Menemuimu..
Menemanimu. Lalu, kusalami mereka yang ada di ruang rapat itu satu-satu.
Tidak ada yang tidak memberikan dorongan, kekuatan, dukungan.

Lima jam kemudian aku ada di sisihmu. Seranjang sempit rumah sakit
dengan infuse di pergelangan tangan kirimu. Kaumulai merasakan mulas,
semakin lama semakin menggila. Semalaman engkau tidak tidur. Begitu juga
aku. Berpikir untuk memejamkan mata pun tak bisa. Aku tatap baik-baik
ekspresi sakitmu, detik per detik. Semalaman, hingga lepas subuh, ketika
engkau bilang tak tahan lagi. Lalu, aku berlari ke ruang perawat.
"Istri saya akan melahirkan," kataku yakin.

Bergerak cepat waktu kemudian. Engkau dibawa ke ruang persalinan, dan
aku menolak untuk meninggalkanmu. "Dulu ada suami yang ngotot
menemani istrinya melahirkan, lihat darah, tahu-tahu jatuh pingsan,"
kata dokter yang membantu persalinanmu. Aku tersenyum, yang pasti
laki-laki itu bukan aku. Sebab aku merasa berada di luar ruang
persalinan itu akan jauh lebih menyiksa. Aku ingin tetap di sisihmu.
Mengalirkan energi lewat genggaman tanganku, juga tatapan mataku.

Terjadilah. Satu jam. Engkau mengerahkan semua tenaga yang engkau tabung
selama bertahun-tahun. Keringatmu seperti guyuran air. Membuat mengilap
seluruh kulitmu. Terutama wajahmu. Menjerit kadangkala. Tanganmu
mencengkeram genggamanku dengan kekuatan yang belum pernah kurasakan
sebelumnya. Kekuatan yang lahir oleh kesakitan. Engkau sangat kesakitan,
sementara "tentara kecil" kita tak pula mau beranjak.

"Banyak kasus bayi sungsang masih bisa lahir normal, kaki duluan.
Tapi anak ini kakinya melintang," kata dokter. Aku berusaha tenang.
Sebab kegaduhan hatiku tidak bisa membantu apa-apa. Kusaksikan lagi
wajah berpeluhmu, Sayang. Kurekam baik-baik, seperti fungsi kamera
terbaik di dunia. Kusimpan lalu di benakku yang paling tersembunyi.
Sejak itu kuniatkan, rekaman itu akan kuputar jika suatu ketika
kuberniat mencurangimu, menyakitimu, melukaimu, mengecewakanmu. Aku akan
mengingat wajah itu. Wajah yang hampir kehilangan jiwa hanya karena
ingin membuatku bahagia..

"Sudah tidak kuat, Kang. Nggak ada tenaga," bisikmu persis di
telingaku. Karena sengaja kulekatkan telingaku ke bibirmu. Aku tahu, ini
urusan nyawa. Lalu kumerekam bisikanmu itu. Aku berjanji pada hati,
rekaman suaramu itu akan kuputar setiap lahir niatku untuk
meminggirkanmu, mengecilkan cintamu, menafikkan betapa engkau permata
bagi hidupku.

Aku mengangguk kepada dokter ketika ia meminta kesanggupanku agar engkau
dioperasi. Tidak ada jalan lain. Aku membisikimu lagi, persis di
telingamu, "Mimi kuat ya. Siap, ya. Ingat, ini yang kita tunggu
selama 5 tahun. Hayu semangat!"
Engkau mengangguk dengan binar mata yang hampir tak bercahaya. Aku tahu,
ini urusan nyawa. Tapi mana boleh aku memukuli dinding, menangis
sekencang angin, lalu mendongak ke Tuhan, "Kenapa saya, Tuhan!
Kenapa kami?" Sebab, Tuhan akan menjawab, "Kenapa bukan kamu?
Kenapa bukan kalian?"

Aku mencoba tersenyum lagi. Mengangguk lagi kepadamu. "Semua akan
baik-baik saja." Maka menunggumu di depan ruang operasi adalah saat
di mana doa menjadi berjejal dan bernilai terkhusyuk sepanjang hidup..
Seandainya aku boleh mendampingi operasimu…. Tapi tidak boleh. Aku
menunggumu sembari berkomat-kamit sebisaku. Aku sendirian. Berusaha
tersenyum, tetapi sendirian. Tidak … tidak terlalu sendirian. Ada
seseorang mengirimiku pesan pendek dan mengatakan kepadaku, "Aku ada
di situ, menemanimu." Kalimat senada kukatakan kepadanya suatu kali,
ketika dia mengalami kondisi yang memberatkan. "Apa kepala bebalmu
tidak merasa? Aku ada di situ! Menemanimu!"

Lalu, tangis itu! Rasanya seperti ada yang mencabut nyawaku dengan cara
terindah sedunia. Tangis itu! Tentara kecil kita. Menjadi gila rasanya
ketika menunggu namaku disebut. Berlari ke lorong rumah sakit ketika
tubuh mungil itu disorongkan kepadaku. "Ini anak Bapak…"

Tahukah engkau, Sayang. Ini bayi yang baru keluar dari rahimmu, dan aku
harus menggendongnya. Bukankah dia terlau rapuh untuk tangan-tangan
berdosaku? Dokter memberiku dukungan. Dia tersenyum dengan cara yang
sangat senior. "Selamat, ya. Bayinya laki-laki."

Sendirian, berusaha tenang. Lalu kuterima bayi dalam bedongan itu. Ya,
Allah….bagaimana membahasakan sebuah perasaan yang tidak terjemahkan
oleh semua kata yang ada di dunia??? Makhluk itu terpejam tenang semacam
malaikat; tak berdosa. Sembari menahan sesak di dadaku, tak ingin
menyakitinya, lalu kudengungkan azan sebisaku. Sebisaku. Sebab, terakhir
kukumandangkan azan, belasan tahun lalu, di sebuah surau di pelosok
Gunung Kidul. Azan yang tertukar redaksinya dengan Iqomat.

Mendanau mataku. Begini rasanya menjadi bapak? Rasanya seperti tertimpa
surga. Aku tak pedul lagi seperti apa itu surga. Rasanya sudah tidak
perlu apa-apa lagi untuk bahagia. Momentum itu berumur sekitar lima
menit. Tentara kecil kita diminta oleh perawat untuk dibersihkan.
Ingatanku kembali kepadamu. Bagaimana denganmu, Sayang? Kukirimkan kabar
tentang tentara kecil kita kepada seseorang yang semalaman menemani kita
bergadang dari kejauhan. Dia seorang sahabat, guru, inspirator, pencari,
dan saudara kembarku. "He is so cute," kata SMS ku kepadanya.
Sesuatu yang membuat laki-laki di seberang lautan itu menangis dan
mengutuk dirinya untuk menyayangi bayi kita seperti dia merindukan
dirinya sendiri. Sebuah kutukan penuh cinta.

Setengah jam kemudian, berkumpul di ruangan itu. Kamar perawatan kelas
dua yang kita jadikan kapal pecah oleh barang-barang kita. Engkau, aku,
dan tentara kecil kita. Seorang lagi; keponakan yang sangat membantuku
di saat-saat sulit itu. Seorang mahasiswi yang tentu juga tidak tahu
banyak bagaimana mengurusi bayi. Tapi dia sungguh memberiku tangannya
dan ketelatenannya untuk mengurusi bayi kita.

Engkau butuh 24 jam untuk mulai berbicara normal, setelah sebelumnya
seperti mumi.. Seluruh tubuhmu diam, kecuali gerakan mata dan sedikit
getaran di bibir. Aku memandangimu, merekam wajahmu, lalu berjanji pada
hati, 50 tahun lagi, engkau tidak akan tergantikan oleh siapa pun di
dunia ini..

Lima hari, Sayang. Lima hari empat malam kita menikmati bulan madu kita
sebenar-benarnya. Aku begitu banyak berimprovisasi setiap hari.
Mengurusi bayi tidak pernah ilmunya kupelajari. Namun, apa yang harus
kulakukan jika memang telah tak ada pilihan? Aku menikmati itu. Berusaha
mengurusmu dengan baik, juga menenangkan tentara kecil kita supaya
tangisnya tak meledak-ledak.

"Terima kasih, Kang," katamu setelah kubantu mengurusi kebutuhan
kamar mandimu. Lima tahun ini apa keperluanku yang tidak engkau urus,
Sayang? Mengapa hanya untuk pekerjaan kecil yang memang tak sanggup
engkau lakukan sendiri, engkau berterima kasih dengan cara paling tulus
sedunia? Lalu ke mana kata "terima kasih" yang seharusnya
kukatakan kepadamu sepanjang lima tahun ini? Tahukah engkau, kata
"terima kasih" mu itu membuat wajahmu semelekat maghnet paling
kuat di kepalaku.

Mengurusimu dan bayi kita. Lima hari itu, aku menemukan banyak gaya
menangisnya yang kuhafal di luar kepala, agar aku tahu apa pesan yang
ingin dia sampaikan. Gaya kucing kehilangan induk ketika ia buang
kotoran. Gaya derit pintu ketika dia merasa kesepian, gaya tangis bayi
klasik (seperti di film-film atau sandiwara radio) jika dia merasa tidak
nyaman, dan paling istimewa gaya mercon banting; setiap dia kelaparan.
Tidak ada tandingnya di rumah sakit bersalin yang punya seribu nyamuk
namun tidak satu pun cermin itu. Dari ujung lorong pun aku bisa tahu itu
tangisannya meski di lantai yang sama ada bayi-bayi lain menangis pada
waktu bersamaan.

Ah, indahnya. Tak pernah bosan kutatapi wajah itu lalu kucari jejak
diriku di sana. Terlalu banyak jejakku di sana. Awalnya kupikir 50:50
cukup adil. Agar engkau juga merasa mewariskan dirimu kepadanya. Tapi
memang terlalu banyak diriku pada diri bayi itu. Hidung, dagu, rahang,
jidat, tangis ngototnya, bahkan detail cuping telinga yang kupikir tidak
ada duanya di dunia. Ada bisik bangga, "Ini anakku… anak
laki-lakiku. " Tapi tenang saja, istriku, kulitnya seterang dan
sebening kulitmu. Rambutnya pun tak seikal rambutku. Kuharap, hatinya
kelak semembentang hatimu.

Kupanggil dia Sena yang berarti tentara. Penggalan dari nama
sempurnanya: Senandika Himada. Sebuah nama yang sejarahnya tidak
serta-merta. Panjang dan penuh keajaiban. Senandika bermakna berbicara
dengan diri sendiri; kontemplasi, muhasabbah, berkhalwat dengan Allah.
Sedangkan Himada memiliki makna yang sama dengan Hamida atau Muhammad:
YANG TERPUJI… dan itulah doa kita untuknya bukan, Sayang? Kita ingin
dia menjadi pribadi yang terpuji dunia akhirat. Kaya nomor sekian,
pintar pun demikian, terkenal apalagi. Yang penting adalah terpuji…
mulia…dan ini bukan akhir kita, bukan, Honey? Ini menjadi awal yang
indah. Awalku jatuh cinta (lagi) kepadamu.

(persembahan buat setiap perempuan, dan ibu yang hatinya semembentang
samudra)

Senin, 09 Agustus 2010

Lompat Tinggi



Lompat tinggi merupakan suatu lompatan untuk mencapai lompatan yang setinggi-tingginya. Ukuran lapangan sama dengan lompat jauh, Tinggi tiang mistar min 2.5 meter, Panjang mistar 3.15 m.

Dalam lompat Tinggi ada beberapa gaya yang dilakukan, sebagai berikut:
Gaya Gunting (Scissors)
Gaya gunting bisa dikatakan Gaya Sweney, sebab pada waktu sebelumnya (yang lalu) masih digunakan gaya jongkok. Tepatnya tahun 1880, selanjutnya tahun 1896 sweny mengubahnya dari gaya jongkok menjadi gaya gunting. Diganti karena kurang ekonomis.
Cara melakukan:
Si pelompat mengambil awalan dari tengah. Bila pelompat pada saat akan melompat, tumpuan pakai kaki kiri (bila ayunan kaki kanan), maka ia mendarat (jatuh) dengan kaki lagi. Waktu di udara badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, badan menghadap kembali ke tempat awalan tadi.

Gaya Guling sisi (Western Roll)
Pada gaya ini sama dengan gaya gunting, yaitu tumpuan kaki kiri jatuh kaki kiri lagi dan bila kaki kanan jatuhnyapun kaki kanan hanya beda awalan, tidak dari tengah tapi dari samping.

Gaya Guling (Straddle)
Pelompat mengambil awalan dari samping antara 3, 5, 7, 9 langkah Tergantung ketinggian yang penting saat mengambil awalan langkahnya ganjil.

Menumpu pada kaki kiri atau kanan, maka ayunan kaki kiri/ kanan kedepan. Setelah kaki ayun itu melewati mistar cepat badan dibalikkan, hingga sikap badan diatas mistar telungkap. Pantat usahakan lebih tinggi dari kepala, jadi kepala nunduk.

Pada waktu mendarat atau jatuh yang pertama kali kena adalah kaki kanan dan tangan kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu bergulingnya yaitu menyusur punggung tangan dan berakhir pada bahu.

Gaya Fosbury Flop
Cara melakukanya:

* Awalan, harus dilakukan dengan cepat dan menikung/ agak melingkar, dengan langkah untuk awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah.
*
Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainya. Yakni, harus kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, maka tolakan harus dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka badan melompat keatas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.
*
Sikap badan diatas mistar, sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar dengan busur melintang.
*
Cara mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran (5 x 5 meter dengan tinggi 60 cm lebih) dan diatasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan prtama kali yang mendarat punggung dan bagian belakang kepala.

Yang diutamakan dalam melakuakan Lompatan ialah, lari awalan dengan kecepatan yang terkontol. Hindari kecondongan tubuh kebelakang terlalu banyak. Capailah gerakan yang cepat pada saat bertolak dan mendekati mistar. Doronglah bahu dan lengan keatas pada saat take off. Lengkungan punggung di atas mistar. Usahakan mengangkat yang sempurna dengan putaran kedalam dari lutut kaki ayun (bebas). Angkat kemudian luruskan kaki segera sesudah membuat lengkungan.

Rabu, 16 Juni 2010

Nilai UKK Tahun Ajaran 2009/ 2010

LIST OF NAMES
RSBI CLASS SMP 1 PAMEKASAN
LEARNING PERIOD : 2009-2010

CLASS : VII A RSBI

NUMBER NAME Nilai
Absen Register
1 19778 AKHMAD DARMAWAN 85
2 19779 ALFIAN NUR WAHYUDI 86
3 19780 ARDILIA OKTAVIA Y.P 87
4 19781 ATIKA RISKIYAWATI 84
5 19782 BELLA DWI ARIFIANTI 89
6 19783 DWI MUSDALIFAH 87
7 19784 HAIRATIN NISA' R 85
8 19785 HIMMATUN ILMIAH S 85
9 19786 IGA AMANY ZULFA 85
10 19787 IMROATUS SOLEHAH 86
11 19788 INDAH NURUL HIDAYATI 88
12 19789 INDRA NUR RACHMAN 90
13 19790 IQBAL ZAINURI 89
14 19791 KHOIRUR ROHMAN 89
15 19792 KIKI FIRSTY VIDELITHA 90
16 19793 LANI MUTIA TAMARA --
17 19794 LINDA FITRIA 88
18 19795 MAZDA RACHMA GUNUTI 88
19 19796 MEGA WIDYA PUSPANINGRUM 89
20 19797 NAYAKA YOGA PRADIPTA 89
21 19798 NAUFAL RIZQUR RAHMAN 89
22 19799 OKTAFIANA NUR FITRIYAH 85
23 19800 PRETTY SEPTIARNA R 84
24 19801 RADEA ZULINDRA A 83
25 19802 RISQI DWI SEPTIANA P 85
26 19803 S. NADIA RISKIA RAHMAN 85
27 19804 SRI AGUSTINA SETYORINI 89
28 19805 VIDI GEO CERCARIO 88
29 19806 YASHINTA DEVI 85
30 19807 YUSUF NAUFAL ULUL A 89


LIST OF NAMES
SBI CLASS SMP 1 PAMEKASAN
LEARNING PERIOD : 2009-2010

CLASS : VIII SBI

NUMBER NAME Nilai
Absen Register
1 19406 ACH. MAULANA HABIBI Y 88
2 19407 AHMAD NUR AZIZY 86
3 19408 ALFIAN ALIF BUDIANTO 86
4 19409 ARDINE WAIDA APRI A. 86
5 19412 DWI FARA OKTIANA 85
6 19413 DWI YULIANA ROBIATUL A 89
7 19414 FADIAH ULFA KHAIRINA 87
8 19415 FARADILA ISNAINI 86
9 19416 FARADILLA NURUL IKA 87
10 19417 KURNIA WAHYU LAILI 89
11 19418 LINA DAMAYANTI 87
12 19419 MADHALENA INTAN P 87
13 19422 MIELDA FAUZI 89
14 19423 MIRZA ANDRIANSAH 85
15 19424 MOH. KHOLILURRAHMAN 88
16 19425 MUCHAMMAD SYAHRIZAL F 89
17 19427 NURHAYATI 85
18 19428 ODIKE INESTIAWAN N.P. 89
19 19429 RAJIV SALEH 89
20 19430 REIGA WIERNA AULIA 85
21 19431 RIZA SURYANDARI 88
22 19432 ROHMAN HIDAYAT 88
23 19435 WALIDA UTAMI 86
24 19456 ALYSSA PUTRI MUSTIKA 86
25 19476 ANNA ZAKIYATUL LAILA 83
26 19537 DWI CAHYONO 89
27 19616 INKA TRISNA DEWI 87
28 19697 RIEKA YUDISTIA 85
29 19717 SHOLAHUDDIN AL AYYUBI 88
30 19756 VERDIANSYAH APRILIYANTO 88


DAFTAR HADIR SISWA
SMP NEGERI 1 PAMEKASAN
TAHUN PELAJARAN 2009-2010

KELAS : VIII F

NOMOR Nama Nilai
Absen Induk
1 19582 ACH. FAUZI TAUFIK FARID 80
2 19583 AFINDA APRILIANI UTAMI 80
3 19584 AHMAD KHOIRUL MUALLIF 80
4 19585 AHMAD ZULFIKAR RINALI 80
5 19586 ALI SHOFAN BASRI 80
6 19587 ALIF HERMANTO 90
7 19588 ANUGRAHINI ISTIQOMAH 80
8 19589 ARIENI REIZA EGI SUGIARTO 80
9 19590 ARIF RAHMAD HIDAYATULLAH 85
10 19591 ARYANTI MARWA ICHSANI 85
11 19592 BACHTIAR PRIMA HANDYKA 80
12 19593 CATUR WIGATI 85
13 19594 DELTA NOVIANTI 85
14 19595 DESY SHINTIA DEWI 85
15 19598 DICKY PRIMADITYA ANANDA 85
16 19599 DIMAS AGUS PRATAMA 85
17 19600 DWI INDAH PUSPITASARI 85
18 19601 EKA MAYDINA WADDANIYAH 85
19 19602 ERLITA YUNIAR IHSAN 85
20 19603 FADHOILUS SHOFI 85
21 19604 FAHMI AZIZ 85
22 19605 FITRIYAH 80
23 19606 GANIF ILHAM SYAHPUTRA S. 80
24 19607 HARIDAH 85
25 19608 IKA IRVINA WULANDARI 85
26 19609 ISRO'USH SHOLEHAH 85
27 19610 JAELANI 85
28 19611 JAWAHIRUL FAWAID 85
29 19612 MEITA RISKY OETAMI 80
30 19613 MILDA KARYA PUSPASARI 80
31 19614 MOH. TRI AGAM SURYANA 85
32 19615 NADIYA ROSADA 80
33 19618 NAILUL ISTIFADA SUSINTA 80
34 19619 NAUFAL AHSANU TAQWIM 90
35 19620 NOVIA ASTRILIANI PUTRI 85
36 19622 NUR FADILATUR RAHMAH 85
37 19623 RAKHMAD SUFIANTO 85
38 19624 RIZQIKA IMAMI ASTIANA 80
39 19625 RIZA AHMAD DAWARI 90
40 19626 ROSI ARIYANTO 85
41 19627 SOFA AFRIZANDY FAUZAN 85
42 19628 SRI RUKMANA NINGSIH 85
43 19629 R. AY. SRI SUCAHYANI 85


DAFTAR HADIR SISWA
SMP NEGERI 1 PAMEKASAN
TAHUN PELAJARAN 2009-2010

KELAS : VIII H

NOMOR Nama Nilai
Absen Induk
1 19680 ACH. WAHYU BAHTIAR 80
2 19681 AGUNG PRABOWO 80
3 19682 AJI PANGESTU 85
4 19683 ALFI RUSTIN 80
5 19684 ANNY WIDARTY 80
6 19685 BAGUS CHALID A. RAHMAN 85
7 19686 BAITUR RACHMAN 85
8 19687 DELLA ALIFIAN UTAMI 80
9 19688 DEVI AFRILIAWATI 90
10 19689 DEVITA FIRDAUSI ROCHJATULWATI 80
11 19690 EDO FIRMANSYAH 85
12 19691 EKA PRIASTUTI 80
13 19692 EKO RAHADIAS INDRAWAN 80
14 19693 FAIQUR ROFIKI 75
15 19694 FIRDA AUDIA 80
16 19695 FITRIA NAZDATIL ULA 80
17 19698 GOVIN ZANTI ARIEGA 80
18 19699 HASBY ASSIDDIQY 85
19 19700 HAYATUN NUFUS 90
20 19701 IZZETUR RAHMANIYAH 80
21 19702 J.J.RAYENDRA MAHARDHIKA FAHMI 85
22 19703 MAISUNDARI 80
23 19704 MAULANA ARDYANSYAH S. --
24 19705 MEGA NUR FITRIANI 85
25 19706 MOH. AAN EFENDI 80
26 19707 MOH. YOGI SUGIYANTO 85
27 19708 MOHTAR ROSYID 85
28 19709 NUR HOLIFAH 85
29 19710 NURIATUL LAILI 85
30 19711 NURUL ADIBAH 80
31 19712 O. SRI SUVIANING DEVI SAKTI 85
32 19713 PUTRI HADIYANTI 85
33 19714 R. AYU DESTA BELINDA CAHYA 85
34 19715 RAKA HARDIYANTO 85
35 19718 ROBBY RAMADHANI 85
36 19719 SHILVI AKMALIA 85
37 19720 SILVIA DAMAYANTI 85
38 19721 SITI ZAKIYATUL FAJARIYAH 85
39 19722 SITTI RAHMAH 85
40 19723 TRIE ISLAMY PANGESTU ASTID P. 85
41 19724 TRI NANDA HIDAYATULLAH 85
42 19725 WAHYUDI 85
43 19726 WILDAN FITRAHADI ASMARA 85
44 19727 YUNI NURFIANA 85

Senin, 07 Juni 2010

FIBA 33 PERATURAN RESMI PERTANDINGAN

FIBA 33
PERATURAN RESMI PERTANDINGAN

Pertandingan bola basket FIBA 33 akan dimainkan sesuai dengan peraturan yang digariskan di bawah ini. Pertauran Resmi bola basket FIBA berlaku untuk semua situasi pertandingan yang tidak disebutkan dalam peraturan FIBA 33. Tidak perlu dibantah bahwa semangat keolahragaan dan fair play adalah bagian yang tak terpisahkan dalam peraturan FIBA 33.
PASAL 1 LAPANGAN
Pertandingan akan dimainkan di setengah dari lapangan bola basket FIBA yang semestinya.
PASAL 2 TIM
Tiap tim akan terdiri dari maksimum 4 (Empat) pemain [3 pemain di dalam lapangan dan 1 pemain pengganti ] dan 1 (satu) Pelatih.
PASAL 3 WASIT PERTANDINGAN
Petugas pertandingan akan terdiri dari 1 (satu) Referee dibantu oleh 3 (Tiga) petugas meja, yaitu Pencatat angka, Petugas pengatur waktu, dan operator 14 (Empat Belas) detik.
PASAL 4 PERMULAAN PERTANDINGAN
4.1 Kedua tim akan melakukan pemanasan (3 menit) secara bersamaan.
4.2 Pertandingan akan dimulai dengan Jump Ball di garis free-throw. Tim A menghadap keranjang, tim yang tidak mengontrol bola akan berhak atas bola pada situasi Jump ball berikutnya yang berhubungan dengan peraturan arah panah alternating Possesion. Arah panah akan diarahkan kebangku cadangan tim yang berhak atas bola pada kesempatan alternative posesesion berikutnya.
PASAL 5 WAKTU PERMAINAN/ PEMENANG PERTANDINGAN
5.1 Waktu pertandingan normal terdiri dari 3 (tiga) periode dengan masing-masing 5 (lima) menit.
5.2 Tetapi bagaimanapun juga tim yang pertama kali mencetak angka 33 atau lebih akan menjadi pemenang pertandingan jika hal ini terjadi sebelum waktu permainan normal berakhir.
5.3 Jika angkanya seri pada akhir periode terakhir, pertandingan akan dilanjutkan dengan sejumlah periode tambahan yang dibutuhkan dengan waktu 2 (dua) menit untuk tidak seri.
5.4 Akan terdapat waktu jeda selama 1 (satu) menit sebelum tiap periode dan tambahan periode.
5.5 Waktu pertandingan akan dihentikan setelah terjadi bola masuk hanya pada 1 (satu) menit terakhir dari periode terakhir dan periode tambahan. Waktu pertandingan akan dijalankan kembali begitu pemain penyerang menerima bola dimanapun di lapangan.
5.6 Suatu tim akan dinyatakan kalah karena forfeit (33:0) jika 3 (tiga) menit setelah waktu permulaan yang telah dijadwalkan tim tersebut tidak hadir dilapangan permainan dengan 3 (tiga) pemain yang siap untuk bertanding.
PASAL 6 FOUL OLEH PEMAIN/ FOUL OLEH TIM
Seorang pemain yang melakukan 5 (lima) Foul harus meninggalkan pertandingan. Suatu Tim dalam situasi hukuman foul (team foul) ketika tim tersebut telah melakukan 3 (tiga) foul dalam suatu periode.
PASAL 7 PERALATAN 14 (EMPAT BELAS) DETIK
Suatu tim harus melakukan usaha tembakan untuk mencetak angka dalam waktu 14 detik.
PASAL 8 BAGAIMANA BOLA DIMAINKAN
8.1 Setelah tiap tembakan untuk mencetak angka atau free throw terakhir yang berhasil :
• Seorang pemain dari tim yang tidak mencetak angka akan melanjutkan pertandingan dengan mengoper bola dari suatu tempat dibelakang End Line ke teman setimnya dimanapun di lapangan. Tetapi bagaimanapun juga jika tempat tersebut tidak berada dibelakang garis tiga angka, penerima bola harus mengoper/ dribble bola ke suatu tempat di lapangan di belakang garis 3 (tiga) angka.
• Begitu bola berada dibelakang garis 3 (tiga ) angka, minimum 2 (dua) pemain dari tim penyerang (penerima bola/ pendribble dan teman setimnya) harus menyentuh bola sebelum berusaha mencetak angka.
8.2 Setelah tiap tembakan untuk mencetak angka atau free throw yang tidak berhasil :
• Jika tim penyerang mendapatkan kembali (rebound) bola, tim tersebut dapat melanjutkan untuk melakukan usaha mencetak angka tanpa harus mengembalikan bola ke belakang garis 3 (tiga) angka.
• Jika tim bertahan mendapatkan kembali (rebound) bola, tim tersebut harus mengembalikan bola (dengan mengoper atau dribble) di belakang garis 3 (tiga) angka.
• Begitu bola berada di belakang garis 3 (tiga) angka minimum 2 (dua) pemain dari tim penyerang (penerima bola/ pedribble dan teman setimnya) harus menyentuh bola sebelum berusaha mencetak angka.
8.3 Setelah Jump ball pembuka, steal, turnover, dsb :
Jika hal tersebut terjadi di dalam daerah 2 (dua) angka, bola harus dioperkan/ didribble kebelakang garis 3 (tiga) angka. Begitu bola berada di belakang garis 3 (tiga) angka, minimum 2 (dua) pemain dari tim penyerang (penerima/ pendibble dan teman setimnya) harus menyentuh bola sebelum berusaha mencetak angka
8.4 Apabila pemain penyerang pertama yang mendribble/ menerima bola di belakang garis 3 (tiga) angka berusaha mencetak angka, hal tersebut merupakan Violation. Jika dia dikenai foul pada usahanya, hal tersebut merupakan foul tetapi bukan kepada penembak.
8.5 Semua throw in setelah suatu foul (tanpa free throw), pelanggaran, bola keluar lapangan, permulaan periode kedua dan 3 (tiga) dan periode tambahan akan dilakukan dari luar lapangan setinggi (level) bagian atas semua garis 3 (tiga) angka terdekat dengan kejadian. Tempat tersebut akan ditandai di luar lapangan dengan garis 5 cm. Referee akan memberikan bola ke pemain di luar lapangan. Pelempar ke dalam harus mengoper bola ke teman setimnya dimanapun di lapangan dibelakang garis 3 (tiga) angka. Tetapi bagaimanapun juga jika tempat tersebut tidak berada di belakang garis 3 (tiga) angka, penerima bola harus mengoper/ dribble bola ke suatu tempat di lapangan di belakang garis 3 (tiga) angka.
8.6 Melakukan Dunk tidak diizinkan kecuali Ring yang digunakan tahan tekanan.
PASAL 9 PERGATIAN PEMAIN
Pergantian pemain akan dizinkan ketika bola menjafi mati dan waktu pertandingan dihentikan.
PASAL 10 TIME OUT
Tidak terdapat Time out yang diberikan kepada suatu tim kapanpun

Pamekasan, 28 Mei 2010
Disebarkan Untuk Kemajuan Bola Basket


D.F. MIRDIANTO, S.Pd

Rabu, 07 April 2010

Sarana Belajar OutBound

OUT-BOUND SEBAGAI BENTUK PENGEMBANGAN BELAJAR GERAK
DALAM PENDIDIKAN JASMANI YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DI ALAM TERBUKA


LATAR BELAKANG MASALAH

Pembelajaran Pendidikan Jasmani sebagai bagian dari sistem pendidikan di Indonesia secara keseluruhan tidak diragukan lagi peranannya dalam turut mendukung terciptanya manusia Indonesia seutuhnya, selain bertujuan sehat jasmani tetapi juga sehat rohani. Sehat jasmani memberikan pengertian bahwa melalui pendidikan jasmani akan mendukung dan mampu beradaptasi terhadap tugas-tugas fisik sehari-hari untuk bergerak. Bergerak yang melibatkan fungsi otot, jantung, paru dan peredaran darah (Cardio-vascular). Sementara itu sehat rohani memiliki pengertian, adanya nilai-nilai yang harus dibentuk dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk kematangan mental, sosial dan kepribadian dalam berinteraksi dengan lingkungannya (Abdullah.A. 1998)
Bila melihat tujuan Pendidikan jasmani yang bernilai tinggi dan luhur tersebut, maka menuntut upaya tindakan yang kreatif dari guru pendidikan jasmani dalam mewujudkan hal tersebut. Tidak cukup dengan hanya mengantarkan siswa belajar Penjas pada jam sekolah yang sangat terbatas waktu bergeraknya, tetapi harus mampu mendorong secara sadar pada diri siswa bahwa untuk memenuhi sempitnya ruang dan waktu untuk bergerak di sekolah melalui aktivitas gerak atau olahraga di luar sekolah. Ingat bahwa proses pendidikan di sekolah dilaksanakan dalam bentuk Intra-kurikuler, ko-kurikuler dan Ekstrakurikuler.
Kecenderungan yang terjadi dalam pembelajaran Penjas di sekolah dasar saat ini, terkesan kaku dengan instruksi-instruksi guru dalam menyampaikan pembelajaran untuk mencapai keterampilan gerak tertentu, bahkan terkesan secara otoriter dari sikap guru memaksa mencapai tahapan latihan yang berat membuat siswa jenuh dan tidak berminat untuk belajar.
Pada dasarnya anak lebih suka belajar menghadapi tantangan yang dirasakan mampu dilakukannya, berkompetisi sesama teman merupakan daya tarik sendiri yang membuat anak termotivasi melakukan aktivitas gerak dengan sungguh-sungguh. Baik aktivitas secara individual maupun kelompok yang akan memberikan nuansa pembelajaran Penjas yang menarik. Dalam muatan kurikulum Pendidikan Jasmani terakhir ini menawarkan materi-materi yang tidak hanya bersumber pada kecabangan olahraga seperti atletik, permainan bola voli, sepak bola, bola basket, Futsal dan sebagainya, tetapi juga terdapat materi belajar gerak di alam terbuka (out door) dilingkungan sekolah.
Aktivitas di luar kelas atau diluar gedung sekolah merupakan aktvitas yang menantang bagi siswa untuk belajar dengan hal-hal baru tetapi nyata merupakan bagian yang dilakukan oleh sebagian masyarakat kita. Anak-anak diajak untuk melakukan aktivitas yang tidak biasa dilakukan dalam kehidupannya. Bekerjasama dalam suatu tim atau kelompok untuk melakukan suatu tujuan tertentu yang selain menuntut kemampuan fisik dan keterampilan tertentu, tetapi menuntut pengembangan kepribadian seperti sikap tenggang rasa, saling peduli, suka menolong dan kepekaan terhadap situasi dan kondisi, daya juang, tidak mengenal putus asa, bertanggung jawab, nilai-nilai kepemimpinan dan sebagainya. Kegiatan demikian merupakan bagian dari aktivitas yang sedang populer saat ini yaitu ”out bound”.
Out bound berkembang dimasyarakat bukan hanya pada lingkungan pendidikan saja, seperti untuk siswa di sekolah atau lembaga kepramukaan, tetapi sudah diterapkan sebagai pendidikan orang dewasa dibeberapa lembaga pemerintah dan swasta untuk melatih karyawan, pegawai dan stapnya serta pimpinannya agar menjadi individu-individu yang kokoh, kuat, tekun, bekerja sama, saling membantu sehingga memiliki sistem manajemen yang kuat dan mampu meraih tujuan-tujuan sesuai target yang ditetapkan lembaganya.
Tidak semua aktivitas out bound juga bisa ditransfer dalam kondisi pembelajaran di sekolah, namun dapat dipilih bagian-bagian tertentu dari aktivitas out bound dan dimodifikasi secara kreatif aktivitasnya menjadi bentuk berbeda yang lebih menarik.
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, pembahasan yang akan diuraikan adalah ”Bagaimana mengembangkan aktivitas Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di sekolah melalui pendekatan out-bound?”
Adapun tujuan pembahasan ini akan memberikan wawasan terhadap praktisi-praktisi pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan guru, pelatih dan siswa dalam mengembangkan pendidikan jasmani di sekolah dengan menerapkan aktivitas outnbound.
Manfaat dari pembahasan ini diharapkan para praktisi dilapangan dapat memilih dan mengembangkan serta menerapkan bentuk-bentuk outbound sebagai bagian dari pendekatan pendidikan jasmani di sekolah.

PEMBAHASAN

A. Pengertian, Tujuan dan Fungsi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Pendidikan jasamani adalah kajian pendidikan yang mengutamakan aktifitas jasmani dan pembinaan untuk pengembangan jasamani itu sendiri sebagai emosional yang selaras dan seimbang serta untuk mencapai tujuan pendidikan (Cholik. M, 1997).
Pendidikan jasmani di sekolah dapat mengembangkan beberapa aspek yang amat penting bagi siswa-siswi, yaitu (1) membangun minat dan perhatian untuk selalu terlibat dan ikut serta dalam kegiatan olah raga. (2) Untuk mengembangkan pola pikir anak, (3) dapat mengembangkan gerak dengan efektif dan efisien.
Tujuan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, untuk mengembangkan kesehatan dan kebugaran melalui pengertian atau keterampilan gerak dasar serta aktivitas jasmani supaya dapat meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan. Dalam dunia pendidikan telah dijelaskan bahwa untuk meningkatkan mutu dan hasil efisein sebaiknya dibutuhkan waktu dan latihan-latihan yang lebih baik serta diberikan pengaruh yang kontinyu dalam artian telah dilakukan dapat dicapai.
Dalam dunia pendidikan, pendidikan jasmani mempunyai multi-fungsi dalam mengembangkan aspek-aspek organik, neuromuskular, perseptual, kognitif, dan aspek sosial (Subroto,T.:2008).
1) Aspek organik yang dikembangkan pendidikan jasmani adalah memfungsikan tubuh menjadi lebih baik, sehingga dapat memenuhi tuntutan lingkungan sebagai landasan pengembangan keterampilan.
- Meningkatkan kekuatan otot, berupa tenaga yang dihasilkan dari otot atau kelompok otot.
- Meningkatkan daya tahan oto, yaitu kemampuan otot untuk bertahan dalam kerja atau aktivitas dalam waktu yang lebih lama.
- Meningkatkan daya tahan kardiovaskuler yaitu kapasitas individu melakukan aktivitas secara terus menerus (kontinyu) dalam intensitas yang berat dan waktu yang lama.
- Meningkatkan fleksibiltas yang meliputi kemampuan rentang gerak dalam persendian untuk menghasilkan gerakan yang efektif serta mengurangi cidera.
2) Aspek Neuromuskular;
- meningkatkan keharmonisan antara fungsi otot dan persyarafannya
- mengembangkan keterampilan lokomotor maupun nonlokomotor
- mengembangkan keterampilan dasar manipulatif dalam bentuk pengusasaan teknik dasar cabang olahraga
- mengembangkan keterampilan olahraga rekreasi, seperti menjelajah, mendaki, berkemah dan sebagainya.
3) Aspek perseptual;
- mengembangkan kemampuan yang berhubungan dengan konsep ruang, yang meliputi objek di depan, di belakang, di bawah, di atas, di kanan dan di kiri.
- Mengembangkan koordinasi gerak visual
- Mengembangkan keseimbangan tubuh secara statis maupun keseimbangan dinamis.
4) Aspek kognitif
- Mengembangkan kemampuan bereksplorasi, menemukan konsep, dan kemampuan mengambil sikap dan keputusan dengan tepat dan cepat.
- Mengembangkan kemampuan menyusun strategi dalam kondisi terorganisir, dan mampu memecahkan problematika dalam bentuk gerakan.
5) Aspek Sosial,
- Kemampuan menyesuaikan diri (adaptasi) dengan lingkungan sekitarnya.
- Mengembangkan kemampuan membuat pertimbangan dan keputusan dalam situasi kelompok
- Mengembangkan kepribadian, sikap, dan nilai-nilai dalam mansyarakat
- Belajar menggunakan waktu luang yang konstruktif.
(Subroto: 2008)


B. Definisi Out bound

Pengertian Out bound masih hangat diperdebatkan banyak kalangan praktisi out bound sendiri, hal itu dilandasi oleh perkembangan kegiatan-kegiatan outbound yang sangat pesat akhir-akhir ini karena sudah menjadi bagian dari bisnis sebagai daya saing dibidang olahraga. Keunikan dan tingkat kreativitas pengelolanya membuat outbaound yang dikembangkan menjadi berbeda dengan outbound lainnya. Namun pada dasarnya masih mengacu pada beberapa definisi yang sama.
Outbound adalah kegiatan di alam terbuka yang mampu memacu semangat belajar. Outbound merupakan sarana penambah wawasan pengetahuan yang didapat dari serangkaian pengalaman berpetualang sehingga dapat memacu semangat dan kreativitas seseorang. Oleh karena itu. Kimpraswil (2007) menyatakan bahwa outbound adalah usaha olah diri (olah pikir dan olah fisik) yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja dan prestasi dalam rangka melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi secara lebih baik lagi (http://www.kimpraswil.go.id/ )
Kegiatan outbound berawal dari sebuah pengalaman sederhana seperti bermain. Bermain juga membuat setiap anak merasa senang, dan bahagia. Dengan bermain anak dapat belajar menggali dan mengembangkan potensi, dan rasa ingin tahu serta meningkatkan rasa percaya dirinya. Oleh karena itu, bermain merupakan fitrah yang dialami setiap anak. Pengalaman merupakan guru dalam proses pembelajaran secara alami. Misalnya, seorang anak mengalami proses alami bermain. Hal itu dalam rangka menambah dan mengembangkan pengetahuan dari setiap pengalamannya. Jadi, tidak menutup kemungkinan siapapun berhak bermain baik anak-anak, remaja, orang dewasa ataupun orang tua. Karena belajar dari sebuah pengalaman dalam aktivitas bermain dijadikan sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan yang dapat dilakukan di ruangan terbuka atau tertutup.
outbound merupakan perpaduan antara permainan-permainan sederhana, permainan ketangkasan, dan olah raga, serta diisi dengan petualangan-petualangan. Hal itu yang akhirnya membentuk adanya unsur-unsur ketangkasan, dan kebersamaan serta keberanian dalam memecahkan masalah. Seperti halnya Iwan (2007) menegaskan bahwa “permainan yang disajikan dalam outbound memang telah disusun sedemikian rupa, sehingga bukan hanya psikomotorik (fisik) peserta yang ’tersentuh’ tapi juga afeksi (emosi) dan kognisi (kemampuan berpikir) (http://www.peloporadventure.co.id/ )

C. Manfaat kegiatan Outbound
Tidak berbeda dengan manfaat olahraga, Outbound adalah kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Permainan yang penuh tantangan ini juga mampu mengembangkan psikomotorik anak. Derai tawa riang anak-anak menggema dari sebuah kawasan outbound. Sesekali terdengar teriakan melengking. Apalagi ketika satu demi satu anak-anak yang rata-rata berusia enam hingga 12 tahun tersebut, mulai meluncur dari seutas tali yang menghubungkan sebuah tebing dengan pohon berukuran sedang di bawahnya. Outbound telah menjadi bagian dari kegiatan anak yang menyenangkan. Walau terkesan agak takut, akhirnya anak-anak itu pun memberanikan diri menaklukkan beberapa tantangan dengan antusias. Permainan tak hanya memberikan kesenangan bagi anak. Berbagai tantangan dalam permainan itu terbukti mampu membentuk kemampuan psikomotorik anak. Kemampuan yang berkaitan dengan gerak tubuh tersebut, tidak banyak diajarkan pada aktivitas informal Pendidikan Jasmani dan olahraga di sekolah.
Howard Gardner (2000) dalam bukunya berjudul "Multiple Intellegences", mengatakan, setiap anak memiliki kecerdasan majemuk meliputi kecerdasan spasial visual, linguistik verbal, interpersonal, musikal ritmik, naturalis, kinestetik, dan logis matematis.
Dari tujuh macam kecerdasan tersebut, hanya beberapa yang menonjol, dan itu berbeda pada setiap anak. Karena kecerdasan bukan sesuatu yang dapat dilihat atau dihitung, melainkan tergantung pada pengalaman hidup sehari-hari, baik di rumah, sekolah maupun di tempat lain. Karena setiap anak memiliki potensi berbeda, seharusnya proses pengajarannya juga berbeda. Dalam ilmu psikologi dikenal dengan prinsip individual differences atau pada dasarnya setiap orang memiliki keunikan masing-masing.
Keunikan masing-masing anak tidak akan menonjol di sekolah dasar konvensional, yang pada umumnya hanya fokus pada aspek kognitif, yaitu kemampuan penalaran otak. Tidak jarang murid yang tidak memiliki keunggulan kognitif, dianggap anak bodoh. Akibatnya si anak menjadi minder, padahal belum tentu pada kegiatan lain, anak seperti ini tidak unggul, bahkan bisa jadi berprestasi lebih bagus. Peran sekolah sangat dibutuhkan untuk melihat potensi dan membantu mengembangkan potensi anak. Dengan begitu, si anak mampu mengaktualisasikan kemampuan diri. Kemampuan anak tersebut hanya dapat terlihat dalam outbound atau memberikan tantangan fisik dalam setiap permainan.
Seorang guru SD (Widia Chandra) di Jakarta Pusat mengatakan; "Tidak banyak sekolah yang memberikan pendidikan yang mengarah pada perkembangan gerak tubuh anak. Namun, perkembangan itu bisa didapatkan dengan mengikutkan anak pada program-program outbound yang menarik ketika libur; Anak-anak yang telah beberapa kali mengikuti outbound atau tantangan fisik lewat permainan-permainan yang menyenangkan, di sekolah menjadi lebih gembira, lebih lincah, dan memiliki pengertian terhadap teman-teman sekolahnya; Dengan tantangan lewat outbound, anak diajarkan untuk mandiri memecahkan kesulitan sehingga anak terlatih untuk mandiri, tidak cengeng dan percaya pada kekuatan diri sendiri," (file://localhost/G_okezone_com.htm )

D. Program Outbound bagi Siswa
Bila ingin tahu wajah pendidikan di suatu negara, lihatlah apa yang tersembul pada wajah anak-anak sekolah. Wajah-wajah tertekan hampir terpancar dari setiap anak didik setiap kali mereka harus berangkat sekolah. Nyaris tidak ada wajah riang, setiap kali mereka masuk sekolah. Suasana riang baru terasakan saat mereka menerima pengumuman hari libur atau pulang pagi karena guru rapat atau ada keperluan lain.

Menurut hasil penelitian di Amerika (Malcom Baldridge), menyatakan bahwa ternyata keberhasilan seseorang ditentukan oleh:
- 45% Sikap (Attitude)
- 10% Pengetahuan (Knowledge)
- 20% Perbuatan dan pengalaman (Practice)
- 25% Keterampilan (Skill)
Cara ini hanya melibatkan kemampuan berpikir manusia yang paling rendah (lower order thinking), sedangkan kemampuan higher order thinking seperti kemampuan proses belajar-mengajar yang dibalut dengan unsur attitude (sikap/moral), skills (keterampilan), knowledge (pengetahuan), experience (pengalaman), responsibility (tanggung jawab), dan accountability (pertanggungjawaban) tidak tersentuh. Melihat kondisi diatas maka diperlukan pola pembinaan luar sekolah yang dapat mengisi kekosongan tersebut.

1). Sikap dan Moral (attitude)
Sistem pembelajaram selama ini cenderung mencetak generasi cerdas otak dan sedikit kecerdasan ruh (batin). Pendidikan hanya menghasilkan generasi pintar tapi kurang memiliki attitude yang baik. Produk pendidikan pun menjadi manusia pintar yang hanya mengejar keuntungan sendiri, pintar melakukan korupsi, pintar merusak hutan yang sering mengakibatkan bencana di negeri ini.
Untuk mengisi kebutuhan pembentukan attitude maka diperlukan sentuhan dalam bentuk lainnya berupa pelatihan kepekaan hati yang dibawakan melalui pendidikan kebersamaan di alam bebas yang sesuai dengan perkembangan usia.

2). Pengetahuan (knowledge)
Di sekolah, pengetahuan yang diajarkan bergerak pada ilmu dasar dan banyak pula yang kurang dalam penerapan praktek lapangannya. Kegiatan outdoor dengan nama Outdoor Management Development Training ini menanamkan pengetahuan tambahan baik yang berkaitan dengan pengetahuan yang diajarkan di sekolah maupun pengetahuan lapangan lainnya.
Pendidikan yang menggunakan ”setting sekolahan” cenderung teoritis dan seolah hanya sekedar menjadi rutinitas yang menjemukan. Di sisi lain, belajar di luar ruang (outdoor experiential learning) lebih mengedepankan metode Connected knowing (menghubungkan antara pengetahuan dengan dunia nyata). Di sini, pendidikan dianggap sebagai bagian integral dari sebuah kehidupan.

3). Praktek dan Pengalaman Lapangan (Practice)
Peserta akan dikondisikan dalam suatu tantangan yang menarik, dengan kegiatan alam terbuka sebagai media pendidikan. Mereka juga akan dihadapkan pada tantangan fisik dan mental yang didesain khusus, tetapi jelas tidak melampaui kapasitas dari peserta.
Petualangan dan tantangan yang akan dihadapi merupakan gabungan dari kerjasama tim dan pengembangan diri. Difokuskan kepada pengembangan dari ketrampilan hidup yang terdiri dari inisiatif, kepemimpinan, komunikasi, pengambilan keputusan, kerjasama, menghadapi resiko dan kepercayaan
Hasil yang diperoleh dari melakukan kegiatan sebelumnya akan dibicarakan dalam diskusi. Penekanan pada proses belajar merupakan hal yang penting dalam diskusi. Selanjutnya mereka akan mendapat kesempatan untuk mengaplikasikannya pada kegiatan berikutnya. Metode Experiential Learning yang dipakai akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berefleksi pada aktivitas yang terdahulu. Sehingga mereka diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi dan tantangan berikutnya.

E. Model Out-Bound sebagai bagian dari Proses Pendidikan siswa (Outbound Student Program)

a. Tujuan dan Sasaran
Tujuan dan sasaran program ini adalah pengembangan berbagai komponen perilaku siswa untuk menunjang pelaksanaan tugasnya sebagai siswa dalam kehidupan sehari-hari. Komponen yang diharapkan tumbuh dari pelaksanaan program Outbound Student Program ini adalah:
1. Mempunyai kemampuan dalam pengelolaan diri
2. Tidak kehilangan kontrol emosi dalam menghadapi tantangan
3. Tidak menarik diri bila menghadapi kesulitan dan tantangan
4. Tegar dalam menghadapi situasi panik
5. Berpikir kreatif
6. Kemampuan mengembangkan gagasan kreatif dari diri sendiri
7. Kemampuan membangkitkan semangat kerjasama dalam tim dengan menggerakkan kawan sesama anggota tim.
8. Kemampuan membangkitkan semangat kerja tim
9. Mempunyai Hubungan interpersonal yang baik
10. Membangun rasa saling percaya kepada orang lain
11. Menghargai perbedaan
12. Melihat kelemahan orang lain bukan sebagai kendala
13. Bersedia menolong orang lain dan mau ditolong orang lain
14. Berkomunikasi secara efektif
15. Berusaha menyampaikan informasi kepada pihak lain demi kesuksesan bersama
16. Mengkomunikasikan ide kepada orang lain dengan jelas dan sistemik
17. Merangsang orang lain untuk menyampaikan gagasan orang lain
18. Bersedia bertanya apabila ada ketidakjelasan informasi

b. Metode
Metode yang digunakan dalam Outbound Student Program adalah:
1. Kerjasama dalam kelompok
2. Petualangan Individual dan kelompok
3. Ceramah (keterkaitan antara kegiatan simulasi dengan prinsip manajemen)
4. Diskusi (refleksi kegiatan)
c. Pola Pendekatan
Kegiatan outbound student program menggunakan pola pendekatan sebagai berikut:
1. Kegiatan Spiritual/Keyakinan
2. Kegiatan Kesehatan dan Kebugaran
3. Kegiatan Prestasi
4. Kegiatan Keluarga
5. Kegiatan Sosial
Pembahasan atas kegiatan menggunakan: ”Emosional, Intelektual dan Spiritual”

d. Kegiatan dan rancangan pendanaan.
Setiap bentuk atau model kegiatan akan terkait dengan pendanaan yang akan timbul atas penyelenggaraan kegiatan, pada aspek :
1. Durasi Waktu
2. Jumlah Peserta
3. Letak lokasi kegiatan
4. Desain Program
5. Dan hal-hal lain yang ditentukan kemudian

e. Keamanan Dalam Pelatihan(safety)
Safety adalah melaksanakan seluruh tindakan-tindakan penting untuk menjaga suasana kegiatan agar aman bagi peserta untuk bermain dan belajar. Terdapat dua hal penting mengenai safety :
1. Physical safety
Kegiatan dengan media alam terbuka memiliki resiko keselamatan pada peserta dan kami pihak penyelenggara selalu mengutamakan keselamatan peserta dalam setiap setting aktifitas kegiatan dengan menggunakan peralatan yang telah teruji secara internasional dan dipasang oleh orang-orang yang telah berpengalaman. Namun demikian masih terdapat resiko yang uncontrolable, seperti kurang kehati-hatian peserta sendiri, karena itu juga diperlukan kerjasama dengan peserta dalam memperkecil resiko terjadinya situasi yang tidak diinginkan.
2. Psychological Safety,
Dalam hal ini, kami menyusun dan mendorong disepakatinya aturan main untuk tidak menimbulkan sakit hati peserta yang disebabkan oleh tindakan atau perkataan dari sesama peserta maupun fasilitator. Dengan suasana aman seperti itu, dimana tidak ada satupun orang yang takut salah, takut dicemooh, takut dikomentari, maka suasana kegiatan menjadi kondusif untuk seluruh peserta.


G. Outbound yang Baik Harus Menghasilkan Peak Adventure
Merencanakan Program pengembangan dan pelatihan yang dilakukan di luar ruangan, atau biasa disebut outbound hanya akan efektif bila dilaksanakan dengan baik, yakni mampu memberikan puncak petualangan dalam mengatasi tantangan (peak adventure) bagi para pesertanya.
Keluar dari Comfort Zone; Untuk bisa menghasilkan peak adventure, kegiatan-kegiatan dalam out bound training harus bisa mengeluarkan partisipan dari comfort zone (daerah yang nyaman) mereka. Tapi, diingatkan, peak adventure tiap-tiap orang berbeda sehingga instruktur outbound tidak boleh memaksa peserta yang tidak berani melakukan kegiatan tertentu. Instruktur bisa membantu dengan persuasi dan mendampingi peserta out bound training yang tidak berani. Out bound pada dasarnya mempertemukan antara kompetensi dan risiko. Jangan sampai risikonya terlalu tinggi sehingga malah menjadi missadventure.
Peak adventure tercapai bila risiko dan kompetensi proporsional. Mengingat makin menjamurnya penyelenggara outbound saat ini, penyelenggara termasuk dilingkungan sekolah perlu hati-hati. Guru atau instruktur harus pandai memilih outbound provider yang reputasinya bagus, memiliki standar keamanan tinggi dan instruktur yang qualified. Selain itu tempat & program outbound yang tepat akan mendukung kesuksesan sebuah kegiatan outbound.

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Outbound training saat ini menawarkan solusi terbaik bagi pelajar (TK/ SD/ SMP/ SMA) atas permasalahan hubungan antar manusia melalui kegiatan di ruang terbuka. Pelatihan yang menggunakan kombinasi antara teori, simulasi, role play, diskusi dan metode belajar dari pengalaman. Peserta diajak untuk membebaskan diri dari paradigma lama, lepas dari ruang dan batasan-batasan formalitas yang sering menghambat kreativitas dan menutup jalan untuk membuka diri seluas-luasnya bagi suatu perubahan positif.
Menyelenggarakan outbound harus membangun sinergi dan sikap empati antar sesama anggota; Membangun motivasi meraih prestasi dalam kegiatan yang meriah dan fun; membina keakraban dan kekeluargaan serta kepekaan terhadap lingkungan; Membangun kecintaan pada sekolah melalui kegiatan yang rekreatif dan fun.
Latihan-latihan dasar dapat di aplikasikan dalam bentuk games yang menarik pada pembelajaran Penjaskes di sekolah, karena tujuan-tujuan yang dikembangkan dalam pelatihan outbound identik dengan tujuan pendidikan jasmani dan kesehatan.

B. Saran

Berdasarkan pembahasan di atas maka disarankan kepada guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dapat mengembangkan proses pembelajaran yang menarik antara pembelajaran konvensional di ruang tertutup (kelas) dengan pembelajaran di ruang terbuka (outbound education), melalui permainan dan games yang menarik dan menantang, sehingga siswa memiliki sikap dan moral (attitude), keterampilan (skills), pengetahuan (knowledge), pengalaman (experience), tanggung jawab (responsibility), dan accountability (pertanggungjawaban).
Program-program dasar latihan yang dikembangkan dalam outbound dapat dilaksanakan melalui program ekstrakurikuler, yang menggabungkan unsur-unsur pembinaan pendidikan Jasmani dan olahraga, pembinaan rohani dan mental serta kepramukaan sebagai program-program pendidikan yang tidak terpisahkan dalam proses pendidikan di sekolah.

Minggu, 28 Maret 2010

FILOSOFI KEPELATIHAN BOLA BASKET

FILOSOFI KEPELATIHAN BOLA BASKET
“Keberhasilan Tim Ganesa/ Smp Negeri 1 Pamekasan”

“Tanpa Shoot, tidak akan ada point tercipta,, tanpa dribble Anda akan sulit mencetak poin…tanpa passing Anda seakan ‘Hidup sebatang kara’ di dalam lapangan.”


Sebuah filosofi kepelatihan terbentuk dengan berbagai cara dan berlangsung terus menerus selama bertahun-tahun, dimulai dengan pengalaman pribadi saat bermain bola basket, mengamati berbagai macam pertandingan dan akan berlanjut disaat anda mempelajari lebih dalam tentang sebuah permainan dan bagimana untuk menerapkannya kepada atlit.

Cara terbaik untuk mengembangkan filosofi kepelatihan anda dan membantu atlit serta tim anda untuk mengoptimalkan potensi mereka ialah diantaranya dengan cara berikut :

- Bola basket adalah bagian integral dari pendidikan, sehingga tugas pelatih tidak hanya sekedar melatih permainan bolabasket, akan tetapi juga mendidik mereka agar dapat menjadi seorang yang menjadi contoh dan tauladan serta bekerja keras untuk mencapai cita-citanya

- Jangan lupa untuk selalu ingin belajar dan bekerja keras untuk memperbaharui kepelatihan anda dengan membaca buku-buku yang berhubungan, mengikuti penataran dan bertanya kepada rekan-rekan pelatih yang lain

- Jadilah diri anda sendiri, dan berusaha untuk melakukan hal yang terbaik yang anda lakukan

- Jangan melupakan bahwa segala sesuatu yang berasal dari diri anda akan mempengaruhi “cara hidup” atlit yang anda latih

- Ajarkan pemain akan pentingnya menentukan prioritas yang tepat, guna memaksimalkan potensi dalam diri mereka dalam hal kepribadian, akademis dan prestasi olahraga

- Play hard ( pemain diharapkan mampu mengeluarkan kemampuan yang dimiliki, karena anda tidak akan mencapai potensi yang mereka miliki tanpa memberikan usaha semaksimal mungkin dalam setiap hal yang dilakukan )

- Play smart ( dengan bermain cerdik, berarti anda bermain dengan memperhitungkan keterbatasan-keterbatasan yang anda miliki dan yang di miliki oleh lawan, khususnya dalam hal fisik dan teknik

- Have fun ( bola basket pada dasarnya ialah sebuah permainan yang diciptakan untuk sebuan “kesenangan” dan para pemain diharapkan mendapat kesenangan tersebut disaat bermain tanpa ada rasa takut kalah, selalu menang. Cara pemain untuk mendapatkan kesenangan tersebut dengan cara Play Hard dan Play Smart

- Evaluasi kemenangan dan kekalahan dengan obyektif. Utamakan pada usaha pemain dan cara mereka membuat keputusan daripada hasil pertandingan apalagi mencari kambing hitam yang menjadi biang kekalahan atau superstar yang menjadi pahlawan atas kemenangan.

Kembangkan selalu pengetahuan anda tentang sistem defense dan offense, keterampilan
anda sebagai pemimpin atlit,bagaimana mengorganisasikannya dalam latihan, bagaimana
memotivasi atlit, bagaimana mendisiplinkan atlit dan anda adalah seorang yang baik dalam
melatih skill dan fundamental atlit


Pamekasan, 28 Maret 2010
Coach





D.F. Mirdianto, S.Pd