PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN
FUTSKUL LEAGUE (FSL)
ANTAR PELAJAR TINGKAT SMP DAN SMA
Se-PAMEKASAN
TAHUN 2010
1. MAKSUD DAN TUJUAN
Peraturan Khusus Pertandingan ini diterbitkan untuk mengatur penyelenggaraan pertandingan Futsal, guna terwujudnya kelancaran jalannya pertandingan dan mencari serta membentuk pemain pemain muda berbakat untuk kepentingan / sebagai aset Pamekasan.
2. PENYELENGGARA
Penyelenggara Pertandingan Futsal diorganisir oleh GSCC (Ganesa Sport Club Comunication) Pamekasan yang bekerja sama dengan SMP Negeri 1 Pamekasan, Indosat IM3, Disporabudpar Pamekasan, PSSI Cabang Pamekasan, UD. Sinar Baru Motor serta Radar Madura.
3. SISTEM PERANDINGAN
Pertandingan menggunakan sistem Gugur
4. JADWAL PERTANDINGAN
Jadwal Pertandingan dirancang mulai tanggal 30 Januari 2010 sampai dengan tanggal 14 Pebruari 2010.
5. PESERTA
Peserta pertandingan Futsal adalah :
1. Tingkat SMP atau yang sederajat Putra dan Putri
2. Tingkat SMA atau yang sederajat Putra dan Putri
3. Setiap sekolah boleh mendaftarkan lebih dari satu regu.
4. Pemain adalah siswa aktif disekolahnya
6. PENDAFTARAN PESERTA
1. Peserta diwajibkan mengirim surat pernyataan kesediaan untuk mengikuti pertandingan Futsal yang ditanda tangani oleh Kepala Sekolah.
2. Melampirkan Foto Copy raport dan dibawa pada waktu bertanding.
3. Penyerahan surat pernyataan paling lambat tanggal 23 Januari 2010.
7. PENDAFTARAN PEMAIN
1. Tiap peserta / tim dapat mendaftarkan maksimal pemain sebanyak 10 Orang
2. Menyerahkan Pas Foto ukuran 3 X 4 sebanyak 1 lembar
3. Pemain yang bisa mengikuti Pertandingan, jika sudah mendapat pengesahan dari Panitia.
8. WAKTU PERTANDINGAN
1. Pertandingan dilaksanakan pada jam 14.00 WIB untuk sore hari
2. Pertandingan dilaksanakan pada jam 07.30 WIB untuk hari Minggu.
3. Lama permainan 2 X 15 menit waktu kotor (Penyisihan).
4. Lama permainan 2 X 20 menit waktu kotor (Final).
5. Time out, time dimatikan.
9. DAFTAR SUSUNAN PEMAIN
1. DSP diserahkan selambat-lambatnya 15 menit sebelum kick off.
2. Perubahan DSP dapat diajukan kepada Pengawas Pertandingan selambat-lambatnya 5 (lima) menit sebelum kick off.
3. Pemain yang tercantum dalam DSP maksimal 10 (sepuluh) orang.
10. PENGGANTIAN PEMAIN
1. Penggantian pemain bebas.
2. Penggantian harus melalui tempat/garis yang ada di benc
11. PENENTUAN PEMENANG
Karena menggunakan sistim Gugur, apabila dalam waktu 2 X 15 menit masih seri maka langsung diadakan tendangan Penalti dengan 3 (tiga) penendang sampai ada selisih gol.
12. SANGSI UNTUK KARTU KUNING DAN KARTU MERAH
1. Pemain yang memperoleh kartu kuning dikenakan sangsi / denda sebesar Rp. 5.000,-
2. Pemain yang memperoleh kartu merah dikenakan sangsi / denda sebesar Rp. 10.000,-
3. Pemain yang memperoleh 2 (dua) kartu kuning dalam satu pertandingan yang berbeda, tidak diperkenankan untuk bermain pada pertandingan berikutnya , sebanyak 1 (satu) kali
4. Pemain yang memperoleh kartu merah langsung, tidak diperkenankan untuk bermain pada pertandingan berikutnyasampai selesai .
13. PAKAIAN / KOSTIM
1. Setiap tim wajib mendaftarkan 2 (dua) jenis kostim yang berbeda warna
2. Baju kostim harus memiliki nomer punggung dengan ukuran tinggi 25 cm
3. Celana kostim harus memiliki nomer dengan ukuran tinggi 7 (tujuh) cm dan terletak disebelah kanan bagian depan.
4. Kepada Pelatih agar berpakaian rapi (kemeja / hem) dan bersepatu serta memakai dasi.
14. LARANGAN MEMPROTES KEPUTUSAN WASIT
1. Keputusan wasit dilapangan adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
2. Hanya kapten kesebelasan yang diperkenankan mengajukan pertanyaan kepada wasit dengan cara sopan. Wasit berhak tidak menjawab pertanyaan dari pemain.
3. Pelatih, Ofisial dan pemain cadangan dilarang melakukan protes terhadap keputusan wasit.
15. TATA CARA PROTES
Protes dapat dilakukan dengan cara :
1. Membuat berita acara protes setelah pertandingan berakhir.
2. Membayar uang Protes sebesar Rp. 500.000,-
3. Menyerahkan bukti protes 1 X 24 Jam.
4. Apabila Protes berhasil maka uang protes dikembalikan , sebaliknya apabila tidak berhasil maka uang protes hilang.
16. UANG PEMBINAAN DAN JUARA
Setiap peserta kompetisi akan mendapatkan uang pembinaan yang besarnya ditetapkan oleh Panitia
BAB IX PENUTUP
Pasal 20 PENUTUP
Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam Peraturan Khusus Pertandingan ini, akan ditetapkan dan disesuaikan dengan Peraturan Umum Pertandingan yang berlaku.
Ditetapkan : Di Pamekasan
Pada Tanggal : Januari 2010
Ketua Panitia
(D.F. Mirdianto, S.Pd)
Minggu, 24 Januari 2010
Peraturan Tehnicalmeeting Futskul
Diposting oleh D.F. Mirdianto, S.Pd di 00.21 0 komentar
Sabtu, 09 Januari 2010
My Puisi
AL-QUR'AN
andai Al-Qur'an bisa berkata, ia akan berkata:
" waktu kau masih kanak-kanak,kau bagai teman sejatiku.
Dengan wudhu kau sentuh aku,
Dalam keadaan suci kau pegang aku,
kau baca dengan lirih dan keras,
Sekarang kau telah dewasa,
nampaknya kau sudah tidak berminat lagi padaku,
Apakah aku bacaan usang???
yang tinggal sejarah???
Sekarang kau simpan aku dengan rapi,
kau biarkan aku sendiri,
aku menjadi kusam dalam lemari,
berlapis debu, dimakan kutu,
Ku mohon pegamnglah aku lagi,
bacalah aku setiap hari,
karena aku yang akan jadi penerang dalam kuburmu"
DERITA CiNTA
Cinta datang bagaikan petir yang menyambar datang ke hati
Cinta datang secara tiba-tiba
Cinta seindah melodi dalam lagu
Tapi cinta tajam seprti duri
Cinta mendatangkan kebahagiaan
Cinta pula mendatangkan penderitaan
Semua insan akan merasakan cinta
Tetapi cinta bisa menyakiti hati manusia
Hati hancur bagai tak bermuka
Hati pilu bagai tak bernyawa
Rasa cinta memang tiba-tiba
Tapi sakit hati susah di lupakan . . . . . .
HANYA HARAP
Ku hitung mata kaki
Ku pandang mata kaki
Tak bisa diri ini ungkapkan hati
Hantarkan kata lewat puisi
Siapa tau syair ini bawamu cintaku
Rindu,cinta,rasa ini menyatu menjadi satu
Inginku kata mesra untukmu
Tapi apa daya,..!!!
Langkahku terhenti
Oleh sebuah cahaya padam. . . .
Hingga kapankah perih rindu ini ku pendam kepadamu
Lewati malam demi malam yang begitu sepi
Membuat luka-luka yang menyakitkan
Tinggalwaktu , tinggalah waktu
Melepas sayap-sayap kenangan bersamamu dahulu
Duhai. . . . kemanakah jerit sepi suaramu
Hingga suaramu membentur udara
Aku sendiri menatap baying sendiri
Kau dimana. . . . . . .engkau dimana
LENYAPNYA SEBUAH CINTA
Tinggallah kenangan yang indah di hari-hariku yang sepi dan terpencil
Sementara ini meninggalkan sepatah dua patah pesan yang mengikat hati
Sambil meninggalkan beberapa impian yang kekeal
Biarkan aku menatap bola Kristal nasibku
Agar bias mengetahui kebahagiaan yang akan datang
Tak peduli siang dan malam
Dengan api yang redup
Bakarlah habis kenangan saat kita bersama
Suatu sindiran tentang indahnya cinta yang pernah kita alami
Tapi sebelum menyalakan api
Aku ingin memilih sebuah tanda mata
Agar aku meninggalkan beberapa impian
Impian yang tak bakal lenyap dari kehidupan. . . . . . . . . . . . .
Malam , , ,
Hamba telah letih mencari dan kembaki sendiri di sini
Menanti suara yang terus tertiup angin
Menerjang kesunyian hati
Menepis keangkuhan diri
Menunggu cinta suci
DUhai jiwa yang setia menanti hamba
Suarakan puisi-puisi melati yang indah ini hanya untukmu
Lukiskan wajahmu di dalam lubuk hatiklu
Duhai jiwa yang terperangkap sunyi
Hamba arungi samudra tak bertepi
Demi suara yang terus tertiup angin
Tapi,,kini hamba terjerat dalam mimpi
Malam . . . .
Bila suatu saat detak jantungku ini harus berhenti
Sementara dermaga tak juga hamba jumpai
Kabarkanlah kepada yang tersembunyi
Bahwa kesetiaan senantiasa menanti di sini. . . . . .
SURAT KECIL UNTUKMU
Aku tak mengerti dengan dunia yang telah membuatmu pergi
Sudut mataku dan alur cerita yang tuhan buat untukku dan untukmu juga
Mungkinkah tubuhku, jantungku akan hancur menjadi debu
Ketika kilat biru cemburu menyambarku
Atau teman malamku akan membunuhku dengan sejuta senjata
Karena aku menanam rindu kepadamu
Malam ini tubuhku bergetar, seorang malaikat datang padaku
Dengan sejuta kisah tentangmu, aku tak sangggup menutup mata
Sebab di pikiranku hanyalah nampak wajahmu yang begityu anggunnya
Aku tak ingin pergi dari kehidupanmu
Karena aku yakin kau mengerti dengan dengan perasaann ini
Dirimu begitu indah untukku kenang dan tak mungkin aku lupakan . . . . . .
Saat terakhir sujudku mententuh
Kehadiran air mata membiak dan menghampas
Lemahku menghadap
Lalu mendadak aku tergugup
Dengan suara gemerlap air mata
Dari pias paras memelas
Bayangku membisu dalam tegap
Hinaku memburu harap
Pekat gelap malam seprtiga
Dan ayat-ayat gugur dalm panjatku
Dan yang tersisa dalam suaraku
Hanyalah ku rindu bayanganmu. . . . . . .
Diposting oleh D.F. Mirdianto, S.Pd di 20.36 0 komentar
BRIDGE
Materi Tata Cara dan Urutan Yang Dilakukan Dalam Bermain Bridge ini
Disusun dan Dirangkum oleh :
1. D.F. MIRDIANTO, S.Pd
Semoga bermanfaat dan berkontribusi kepada
Kejayaan Bridge Pamekasan
Amin...
1. Bagikan kartu kepada semua pemain dimulai dari sebelah kiri pembagi sampai semua kartu terbagi semua dan masing masing pemain mendapatkan 13 lembar kartu.
2. Setelah kartu terbagi semuanya masing-,asing pemain menghitung kembali jumlah kartu yanh ada dengan posisi kartu mengahadap kebawah atau tertutup apakah sudah cukup berjumlah 13 Lembar.
3. .....
Diposting oleh D.F. Mirdianto, S.Pd di 19.00 0 komentar
Sabtu, 02 Januari 2010
Peraturan Permainan Futsal
Materi Peraturan Permainan Futsal ini
Disusun oleh :
1. D.F. MIRDIANTO, S.Pd
dan diproduksi oleh :
GANESA SPORT CLUB COMUNICATION
(G S C C)
PAMEKASAN
Semoga bermanfaat dan berkontribusi kepada
Kejayaan Futsal Pamekasan
Amin...
PERATURAN
PERMAINAN
FUTSAL
FIFA
PERATURAN 1
LAPANGAN
UKURAN
Lapangan harus berbentuk bujur sangkar. Garis samping pembatas lapangan harus lebih panjang dari garis gawang:
Panjang : Minimal 25 m
Maksimal 42 m
Lebar : Minimal 15 m
Maksimal 25 m
Ukuran Pertandingan Internasional:
Panjang : Minimal 38 m
Maksimal 42 m
Lebar : Minimal 18 m
Maksimal 22 m
TANDA LAPANGAN
• Lapangan ditandai dengan garis. Garis tersebut termasuk garis pembatas lapangan. Garis yang lebih panjang disebut garis samping (touched line) dan yang lebih pendek disebut garis gawang (goal line).
• Lebar garis pembatas 8 cm.
• Lapangan dibagi menjadi dua dan diberi garis tengah.
• Titik tengah ditandai pada garis setengah lapangan dan lingkaran pada titik tengah dibuat dengan radius 3 m.
DAERAH PINALTI
Daerah Pinalti ditandai pada masing-masing ujung lapangan sebagai berikut :
• Seperempat Lingkaran, dengan radius 6 m, ditarik sebagai pusat diluar dari masing-masing tiang gawang.
• Seperempat lingkaran digambarkan garis pada sudut kanan hingga garis gawang dari luar tiang gawang. Bagian atas dari masing-masing seperempat lingkaran dihubungkan dengan garis sepanjang 3,16m berbentuk paralel/sejajar dengan garis gawang antara kedua tiang gawang tersebut.
TITIK PINALTI
• Titik Pinalti Pertama digambarkan 6 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.
TITIK PINALTI KEDUA
Titik pinalti pertama digambarkan di lapangan 10 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.
TENDANGAN SUDUT
Seperempat Lingkaran dengan radius 25 cm ditarik di dalam lapangan dari setiap sudut.
DAERAH PERGANTIAN PEMAIN
Daerah pemain cadangan terletak pada samping lapangan dengan tempat duduk tim di kedua sisi yang sama sehingga mempermudah untuk pergantian pemain.
Daerah pergantian pemain terletak depan tempat duduk pemain cadangan dan dengan panjang 5 m. Daerah ini ditandai pada masing-masing sisi dengan garis yang memotong garis samping, dengan lebar garis 8 cm dan panjang 80 cm, dimana 40 cm digambarkan didalam lapangan dan 40 cm diluar lapangan.
Daerah Bebas berjarak 5 m dari garis tengah dan garis samping. Daerah bebas ini, secara langsung didepan pencatat waktu dan harus tetap dalam keadaan kosong dan bebas pandangan.
GAWANG
Gawang harus ditempatkan pada bagian tengah dari masing-masing garis gawang. Gawang terdiri dari dua tiang gawang (goal post) yang sama dari masing-masing sudut dan dihubungkan dengan puncak tiang oleh palang gawang secara horizontal (cross bar).
Jarak antar tiang ke tiang gawang 3 m dan jarak dari ujung bagian bawah tanah ke palang gawang adalah 2 m.
Kedua tiang gawang dan palang gawang memiliki lebar dan dalam yang yang sama yakni 8 cm. Jaring dapat dibuat dari nilon yang diikat ke tiang gawang dan palang gawang dibahagian belakang yang diberi beban.
KESELAMATAN
Gawang boleh dipindahkan, tetapi harus dipasangkan secara aman selama permainan.
PERMUKAAN LAPANGAN
Permukaan lapangan harus mulus, rata dan tidak kasar. Disarankan penggunaan kayu atau lantai parkit, atau bahan buatan lainnya. Yang harus dihindari adalah penggunaan bahan dari beton atau korn blok.
KEPUTUSAN DAN PENEGASAN
KEPUTUSAN 1
Jika garis gawang antara 15 hingga 16m, maka radius seperempat lingkaran hanya diukur sebesar 4m. Dalam hal ini, tanda titik pinalti tidak lagi ditempatkan pada garis yang dibatasi daerah pinalti, tetapi berada tetap pada jarak 6m dari titik tengah antara posisi kedua tiang gawang.
KEPUTUSAN 2
Penggunaan lapangan yang datar dan berumput alami, atau rumput buatan diperbolehkan hanya untuk pertandingan lokal, tetapi tidak untuk pertandingan-pertandingan yang bersifat Nasional dan Internasional.
KEPUTUSAN 3
Tanda/titik dapat digambarkan di luar lapangan, 5 m dari busur pojok pada sudut kanan dan kiri dari garis gawang untuk memastikan bahwa jarak ini dapat diamati apabila tendangan sudut dilakukan. Lebar tanda/titik ini adalah 8 cm.
KEPUTUSAN 4
Tempat duduk pemain cadangan, berada dibelakang garis pembatas lapangan tepat disamping daerah bebas yang berada di depan meja pencatat waktu.
PERATURAN 2
BOLA
KUALITAS DAN UKURAN
Bola harus :
• Berbentuk bulat.
• Terbuat dari kulit atau bahan lainnya.
• Minimum diameter 62 cm dan maximum 64 cm.
• Berat bola pada saat pertandingan dimulai minimum 400 gram dan maximum 440 gram.
• Tekanannya sama dengan 0,4 – 0,6 atmosfir (400 – 600 g/cm³).
PENGGANTIAN BOLA RUSAK
Jika bola pecah atau rusak dalam suatu pertandingan:
• Pertandingan dihentikan sementara.
• Pertandingan dimulai kembali dengan menjatuhkan bola pengganti di tempat dimana bola pertama tersebut rusak.
Jika bola pecah atau menjadi rusak ketika bola tidak dalam permainan pada saat permainan dimulai, tendangan gawang, tendangan pojok, tendangan bebas, tendangan pinalti atau tendangan ke dalam :
• Pertandingan dimulai kembali sesuai dengan peraturan biasa.
• Bola tidak dapat diganti selama pertandingan tanpa ijin dari wasit.
KEPUTUSAN 1
Bola dari kulit laken/bulu (felt ball) tidak diperbolehkan.
KEPUTUSAN 2
Bola tidak diperbolehkan memantul kurang dari 55 cm dan tidak boleh lebih dari 65 cm pada pantulan pertama ketika dijatuhkan dari ketinggian 2 m. Dalam suatu pertandingan atau kompetisi, hanya bola-bola yang memenuhi persyaratan teknis minimal yang diatur dalam Peraturan No.2 diperbolehkan untuk digunakan.
Dalam suatu pertandingan atau kompetisi FIFA dan pertandingan lainnya di bawah pengawasan konfederasi, penggunaan bola Futsal tergantung pada tiga logo persyaratan yang tercantum pada bola:
Logo resmi “FIFA APPROVED” atau “FIFA INSPECTED” atau Referensi “International Match Ball Standard”
Logo yang tertera pada bola menyatakan bahwa bola tersebut telah diuji secara resmi dan sesuai dengan persyaratan teknis, masing-masing kategori beda spesifikasi yang diatur dalam Peraturan No.2, daftar persyaratan tambahan ditentukan pada setiap kategori dikeluarkan oleh FIFA. Institusi yang ditunjuk oleh FIFA yang akan melaksanakan pengujian tersebut.
Asosiasi Nasional dapat menyetujui penggunaan bola yang akan digunakan untuk kompetisinya sendiri atau pada seluruh kompetisi yang digelar, bola yang digunakan harus memenuhi salah satu dari tiga persyaratan yang telah ditetapkan dari Peraturan No.2
Apabila asosiasi nasional memperbolehkan penggunaan bola berlogo “FIFA APPROVED” atau “FIFA INSPECTED” untuk kompetisinya sendiri, maka asosiasi nasional juga harus memperkenankan penggunaan bola yang memegang rancangan bebas royalti “Internasional Matchball Standard”.
Didalam kompetisi FIFA dan kompetisi lainnya dibawah pengawasan konfederasi serta asosiasi nasional, tidak diperbolehkan bentuk iklan komersial apapun tertera pada bola tersebut, kecuali untuk plakat kompetisi, penyelenggara kompetisi serta merek dagang pabrik pembuatnya dengan membatasi ukuran dan jumlah tanda-tanda tersebut.
PERATURAN 3
JUMLAH PEMAIN
PEMAIN
Dalam setiap pertandingan dimainkan oleh dua tim, masing-masing tim terdiri dari lima pemain, salah satu diantaranya adalah penjaga gawang.
PROSEDUR PERGANTIAN PEMAIN
Pergantian pemain dapat dilakukan sewaktu-waktu selama pertandingan berlangsung dengan mengikuti peraturan kompetisi resmi yang dikeluarkan oleh FIFA, konfedarasi atau asosiasi.
Jumlah pemain cadangan atau pemain pengganti maximum tujuh orang pemain.
Jumlah pergantian pemain selama pertandingan berlangsung tidak dibatasi. Seorang pemain yang telah diganti dapat masuk kembali kedalam lapangan untuk menggatikan pemain lainnya.
Pergantian pemain dapat dilakukan pada saat bola didalam atau diluar permainan dengan mengikuti persyaratan sebagai berikut:
• Pemain yang ingin meninggalkan lapangan harus melakukannya didaerah pergantiannya sendiri.
• Pemain yang ingin memasuki lapangan harus melakukannya pada daerah pergantiannya sendiri, tetapi dilakukan setelah pemain yang diganti telah melewati batas lapangan.
• Pergantian pemain sangat bergantung kepada kewenangan wasit, apakah dipanggil untuk bermain atau tidak.
• Pergantian dianggap sah ketika pemain pengganti telah masuk lapangan, dimana saat itu pemain tersebut telah menjadi pemain aktif dan pemain yang ia gantikan telah keluar dan berhenti menjadi pemain aktif.
Penjaga gawang boleh berganti tempat dengan pemain lainnya.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Ketika pergantian pemain sedang dilakukan, seorang pemain cadangan masuk lapangan sebelum pemain yang akan digantikannya meninggalkan lapangan secara sempurna maka:
• Permainan dihentikan.
• Pemain yang diganti diperintahkan untuk meninggalkan lapangan.
• Pemain pengganti tersebut diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.
• Permainan dimulai kembali dengan melakukan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
• Jika bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dengan posisi bola ketika permainan dihentikan.
Jika pada saat pergantian pemain dilakukan, pemain pengganti masuk lapangan atau pemain pengganti meninggalkan lapangan dilakukan bukan dari tempat atau daerah pergantian pemain yang telah ditetapkan, maka:
• Permainan dihentikan.
• Pemain yang melanggar diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.
Permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
Jika bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dimana posisi bola berada ketika permainan dihentikan.
KEPUTUSAN 1
Pada permulaan permainan, setiap tim harus bermain dengan lima orang pemain.
KEPUTUSAN 2
Jika dalam suatu pertandingan yang sedang berjalan pemain dikeluarkan, maka pemain yang tersisa kurang tiga pemain (termasuk penjaga gawang), pertandingan harus dihentikan untuk seterusnya.
KEPUTUSAN 3
Ofisial tim boleh berikan instruksi taktik kepada para pemainnya selama pertandingan berlangsung. Tetapi ofisial tim tidak dapat/tidak boleh mencampuri gerakan para pemain dan para wasit, dan harus selalu berlaku dengan yang wajar.
PERATURAN 4
PERLENGKAPAN PEMAIN
KESELAMATAN
Seorang pemain tidak boleh menggunakan peralatan atau memakai apapun yang membahayakan dirinya sendiri atau pemain lainnya, termasuk bentuk perhiasan apapun.
DASAR PERLENGKAPAN
Dasar perlengkapan yang diwajibkan dari seorang pemain adalah:
• Seragam atau kostum.
• Celana pendek – apabila pemain memakai celana dalam stretch pants, warnanya harus sama dengan celana pendek utama.
• Kaos kaki.
• Pengaman kaki (shinguards).
• Sepatu dengan model yang diperkenankan untuk dipakai terbuat dari kain atau kulit lunak atau sepatu gimnastik dengan sol karet atau terbuat dari bahan yang sejenisnya. Penggunaan sepatu adalah wajib.
SERAGAM ATAU KOSTUM
• Diberi nomor antara 1 – 15 dan harus tampak pada bagian belakang kostum.
• Warna nomor harus berbeda dan lebih kontras dengan warna bajunya.
Untuk pertandingan Internasional, nomornya juga harus tampak pada bagian depan kostum dalam ukuran yang lebih kecil.
PENGAMAN KAKI (Shinguards).
• Secara keseluruhan pengaman kaki harus ditutup oleh kaos kaki.
• Terbuat dari bahan yang cocok (karet, plastik atau bahan sejenis).
• Harus memberikan tingkat perlindungan yang cukup.
PENJAGA GAWANG
• Penjaga gawang diperkenankan memakai celana panjang, di bagian luar harus di tutup dengan kaos kaki.
• Setiap penjaga gawang memakai warna yang mudah membedakannya dari pemain lain serta wasit.
• Jika seorang pemain yang berada diluar lapangan ingin mengganti penjaga gawang, baju yang dipakai penjaga gawang pengganti, oleh pemain tersebut harus ditandai pada bagian belakang dengan nomor pemain itu sendiri.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Untuk setiap pelanggaran dari Peraturan ini :
• Pemain yang melakukan kesalahan akan diperintahkan oleh wasit untuk meninggalkan lapangan, membetulkan perlengkapannya atau melengkapi salah satu perlengkapan yang hilang atau belum dipakai. Pemain tidak boleh kembali ke dalam lapangan tanpa melapor terlebih dahulu kepada salah seorang wasit, yang kemudian memeriksa perlengkapan pemain tersebut. Pemain diperkenankan masuk kembali, ketika bola berada diluar permainan (when the ball is out of play)
MEMULAI KEMBALI PERTANDINGAN
Jika Wasit hentikan permainan (sementara) untuk berikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning terhadap pemain (yang) melakukan pelanggaran.
• Memulai kembali pertandingan dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan pemain dari tim lawan dari tempat bola berada ketika wasit hentikan permainan
KEPUTUSAN
1. Para pemain tidak boleh memperlihatkan kaos dalam yang memuat slogan atau iklan.
Pemain yang melepaskan baju kaos memperlihatkan slogan atau iklan harus diberikan sangsi oleh pengurus bidang kompetisi.
2. Baju kaos harus pakai lengan.
PERATURAN 5
WASIT
WEWENANG WASIT
Setiap pertandingan dipimpin oleh seorang wasit yang memiliki wewenang penuh untuk memegang teguh Peraturan Permainan sehubungan dengan pertandingan dimana ia telah ditunjuk untuk memimpinnya, terhitung mulai dari saat ia masuk sampai dengan ia meninggalkan lapangan tersebut.
KEKUASAAN DAN TANGGUNG JAWAB WASIT
• Memegang teguh Peraturan Permainan.
• Membiarkan permainan terus berlanjut ketika terjadi pelanggaran pada salah satu tim, namun pada saat yang sama tim yang dilanggar mempunyai kesempatan untuk mencetak gol. Tetapi, jika kesempatan tersebut tidak dapat diraihnya, wasit tetap akan memberikan hukuman kepada tim yang membuat pelanggaran sebelumnya.
• Mencatat hasil pertandingan sebagai bahan laporan pertandingan, termasuk memberikan hukuman terhadap para pemain dan/atau ofisial tim pada insiden lainnya yang terjadi sebelum, selama dan seusai pertandingan.
• Bertindak sebagai pencatat waktu jika ofisial/petugas yang ditetapkan, tidak hadir.
• Menghentikan, menunda atau mengakhiri pertandingan untuk setiap pelanggaran peraturan atau yang disebabkan oleh bentuk campur tangan luar.
• Memberikan hukuman terhadap pemain yang salah dan mengeluarkan pemain tersebut.
• Memastikan/menjamin bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berkepentingan masuk kedalam lapangan.
• Menghentikan pertandingan jika, menurut pendapatnya, seorang pemain terluka parah dan memastikan bahwa ia dipindahkan dari lapangan.
• Memperkenankan permainan diteruskan hingga bola keluar lapangan permainan jika seorang pemain, menurut pendapatnya, hanya cidera ringan.
• Memastikan bahwa setiap bola yang digunakan memenuhi persyaratan dari Peraturan No.2
KEPUTUSAN WASIT
Semua keputusan wasit mengenai fakta yang berhubungan dengan permainan adalah final dan tidak dapat dirubah.
Wasit dan wasit kedua hanya dapat merubah keputusannya, jika menyadari bahwa mereka membuat kesalahan atau jika mereka beranggapan itu perlu dilakukan, asalkan permainan belum dimulai kembali atau pertandingan (belum) diakhiri.
KEPUTUSAN 1
Jika wasit dan wasit kedua, secara bersamaan mengeluarkan sinyal pelanggaran secara bersamaan dan terdapat perbedaan keputusan, maka tetap keputusan wasitlah yang dibenarkan.
KEPUTUSAN 2
Wasit dan wasit kedua, memiliki hak memperingatkan atau mengeluarkan pemain, tetapi jika terjadi perbedaan diantara mereka, maka tetap keputusan wasitlah yang dibenarkan.
PERATURAN 6
WASIT KEDUA
TUGAS
Wasit kedua ditunjuk untuk menjalankan sisi lapangan yang berlawanan dari posisi wasit. Ia juga diperkenankan menggunakan peluit. Wasit kedua membantu wasit untuk mengawasi pertandingan sesuai dengan Peraturan Permainan.
WASIT KEDUA
• Memiliki kekuasaan untuk menghentikan permainan untuk setiap pelanggaran Peraturan.
• Memastikan bahwa pergantian pemain dilakukan dengan baik.
Dalam hal ini sering terjadi dimana tindakan yang diambil wasit kedua tidak sesuai dengan yang telah ditentukan, maka wasit dapat membebas tugaskan wasit kedua dari tugas-tugasnya dan mengatur pergantian wasit kedua. Seusai pertandingan melaporkannya kepada pejabat yang berwenang.
KEPUTUSAN
Penggunaan wasit kedua diwajibkan pada pertandingan Internasional.
PERATURAN 7
PENCATAT WAKTU DAN WASIT KETIGA
TUGAS DAN KEWAJIBAN
Seorang pencatat waktu (Timekeeper) dan adanya wasit ketiga adalah penunjukan. Mereka duduk disisi luar pada pertengahan lapangan, disisi yang sama dengan daerah pergantian pemain. Seorang pencatat waktu dan wasit ketiga dilengkapi dengan jam/pencatat waktu yang sesuai (chronometer) serta peralatan yang diperlukan lainnya untuk mengakumulasi jumlah pelanggaran yang dilakukan, yang disediakan oleh asosiasi atau klub pemilik lapangan.
PENCATAT WAKTU (The Time Keeper)
Memastikan bahwa lama waktu disesuaikan dengan ketentuan Peraturan No.8 dengan:
• Menjalankan jam penghitung/pencatat waktu (chronometer) setelah tendangan permulaan (kick-off).
• Menghentikan jam (chronometer) ketika bola tidak dalam permainan.
• Memulai kembali permainan setelah tendangan kedalam, gol (bola masuk gawang), tendangan sudut, tendangan bebas, tendangan dari titik pinalti atau titik pinalti kedua, waktu time-out atau wasit menjatuhkan bola.
• Memeriksa waktu time-out (waktu sela) satu menit.
• Memeriksa tepat dua menit sewaktu menghukum ketika pemain telah dikeluarkan (send off).
• Menunjukkan akhir dari paruh pertama permainan dan akhir dari pertandingan, akhir dari perpanjangan waktu serta akhir dari time out dengan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dengan yang digunakan oleh wasit.
• Mencatat seluruh time-out yang tersisa bagi masing-masing tim, memberitahukan wasit dan tim dengan benar serta memberikan ijin untuk time-out ketika diminta oleh pelatih kedua tim (Peraturan No.8)
• Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing tim, yang dicatat oleh wasit dalam setiap babak dalam pertandingan dan memberi sinyal ketika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.
WASIT KETIGA
Wasit ketiga membantu mencatat waktu:
• Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing pemain disetiap babak dicatat oleh para wasit dan memberi sinyal jika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.
• Mencatat penghentian permainan dan alasan-alasannya.
• Mencatat nomor pemain yang mencetak gol.
• Mencatat nama-nama serta nomor pemain yang mendapat peringatan dan dikeluarkan.
• Memberikan/menyediakan informasi yang relevan mengenai permainan.
Dalam kejadian campur tangan yang tidak pantas/diluar batas dilakukan oleh pencatat waktu atau wasit ketiga, maka wasit akan membebas tugaskan mereka, mengatur penggantinya serta melaporkan kepada pihak atau pejabat yang berwenang, seusai pertandingan.
Dalam hal cidera, wasit ketiga dapat mengganti wasit atau wasit kedua.
KEPUTUSAN 1
Untuk pertandingan Internasional, diwajibkan untuk menggunakan pencatat waktu dan wasit ketiga.
KEPUTUSAN 2
Untuk pertandingan Internasional, jam pencatat waktu (chronometer) yang digunakan harus disesuaikan dengan seluruh fungsi-fungsi yang diperlukan (pencatatan waktu yang tepat, alat untuk mencatat sewaktu menghukum dua menit bagi empat pemain secara serentak/simultaneous), serta memantau pengumpulan kesalahan oleh masing-masing tim selama setiap babak permainan.
PERATURAN 8
LAMANYA PERTANDINGAN
PERIODE PERMAINAN
WAKTU UNTUK TIME-OUT (waktu sela)
Setiap Tim berhak meminta waktu untuk Time-out selama satu menit disetiap babak, kondisi berikut dapat diberlakukan untuk mendapatkan Time-out:
• Para pelatih tim diberikan wewenang meminta kepada pencatat waktu untuk time-out selama satu menit.
• Time-out selama satu menit dapat diminta setiap saat, tetapi hanya diperkenankan jika Tim tersebut memegang bola (menguasai bola).
• Pencatat waktu dapat memberikan ijin untuk time-out ketika bola tidak dalam permainan dengan menggunakan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dari yang digunakan oleh wasit.
• Ketika time-out diberikan, para pemain harus tetap berada didalam lapangan. Jika selama masa time-out itu mereka ingin menerima instruksi dari ofisial tim, cara ini hanya dapat dilakukan hanya pada garis pembatas lapangan (garis samping) - yang sejajar dengan tempat duduk Tim dan pemain cadangan. Ofisial yang memberikan instruksi tidak boleh memasuki lapangan.
• Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama, pada babak kedua tim tersebut hanya berhak mendapatkan satu kali time-out.
JARAK WAKTU ISTIRAHAT
Waktu istirahat antar babak tidak boleh lebih dari 15 menit.
KEPUTUSAN DAN PENUGASAN
KEPUTUSAN 1
Jika Pencatat waktu tidak ada, pelatih minta time-out kepada wasit.
KEPUTUSAN 2
Jika peraturan kompetisi menetapkan bahwa perpanjangan waktu dilaksanakan pada akhir dari waktu normal, maka tidak ada time-out selama perpanjangan waktu (extra time) tersebut.
PERATURAN 9
MEMULAI dan MEMULAI KEMBALI PERMAINAN
PENDAHULUAN
Pemilihan tempat diputuskan melalui lemparan koin. Tim yang menang pada lemparan koin memutuskan gawang yang ingin diserang pada babak pertama pertandingan tersebut.
Tim lainnya melakukan tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan.
Tim yang memenangkan lemparan koin melakukan tendangan pertama untuk mulai pertandingan dibabak kedua.
Pada babak kedua dari pertandingan, Tim-tim berpindah tempat (bench), dan menyerang gawang lawan.
TENDANGAN Permulaan (Kick-off)
Kick-off adalah cara untuk memulai permainan:
• Pada permulaan babak pertama pertandingan.
• Setelah gol tercetak/tercipta.
• Pada permulaan babak kedua dari pertandingan.
• Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu, jika dilakukan.
• Gol dapat dicetak/tercipta langsung dari kick-off.
PROSEDUR
• Seluruh pemain berada dalam setengah lapangannya sendiri. Lawan dari tim yang melakukan kick-off paling kurang 3 m dari bola hingga bola sudah dalam permainan.
• Bola ditempatkan dititik tengah lapangan.
• Wasit memberikan isyarat untuk memulai kick-off.
• Pada saat memulai pertandingan kick-off yang sah, apabila bola ditendang dan bergerak kearah depan.
• Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain lainnya.
Setelah salah satu tim mencetak gol, tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya (tim lawannya)
PELANGGARAN DAN SANGSI
• Jika penendang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya, maka tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada Tim lawan, dilakukan dari tempat terjadinya pelanggaran.
• Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam daerah pinalti lawan, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut.
• Untuk setiap pelanggaran prosedur kick-off, maka kick-off
MENJATUHKAN BOLA = BOLA WASIT
Menjatuhkan bola adalah cara untuk memulai kembali pertandingan setelah penghentian sementara, menjatuhkan bola merupakan cara untuk melanjutkan pertandingan yang dihentikan bukan karena bola mati. Atau permainan dihentikan bukan karena bola melewati garis samping atau garis gawang atau untuk alasan apapun yang tidak disebutkan dalam peraturan permainan.
PROSEDUR
Salah seorang Wasit menjatuhkan bola ditempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan, kecuali jika dia dalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini ia menjatuhkan bola tersebut pada garis daerah pinalti, ditempat terdekat dimana bola berada ketika pertandingan dihentikan. Permainan dimulai kembali atau bola dalam permainan ketika bola sudah menyentuh lapangan.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Bola dijatuhkan lagi/kembali..
• Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah).
• Jika bola meninggalkan lapangan setelah kontak dengan tanah, tanpa disentuh oleh pemain.
KETENTUAN KHUSUS
• Tendangan bebas diberikan kepada tim bertahan didalam daerah pinalti sendiri, boleh dilaksanakan dari titik mana saja dalam daerah pinalti.
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim penyerang di dalam daerah pinalti tim lawannya, harus dilakukan dari garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.
• Dropped ball untuk memulai kembali permainan di dalam daerah pinalti, harus dilakukan di atas garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
PERATURAN 10
BOLA DI DALAM DAN DI LUAR PERMAINAN
BOLA DILUAR PERMAINAN
Bola diluar permainan, jika :
• Bola secara keseluruhan melewati garis gawang, apakah menggelinding atau melayang.
• Permainan telah dihentikan sementara oleh wasit.
• Bola menyentuh langit-langit.
BOLA DIDALAM PERMAINAN
Bola dalam permainan setiap waktu termasuk ketika :
• Bola memantul dari tiang gawang atau memantul palang gawang ke dalam lapangan.
• Bola memantul/menyentuh wasit ketika mereka masih berada didalam lapangan.
KEPUTUSAN
Ketika pertandingan sedang dimainkan/berlangsung pada lapangan indoor dan secara tidak sengaja bola menyentuh langit-langit, Permainan akan dilanjutkan kembali dengan tendangan kedalam, diberikan kepada lawan dari tim yang terakhir menyentuh bola. Tendangan kedalam dilakukan dari sebuah titik pada garis terdekat dibawah langit-langit dimana bola menyentuhnya.
PERATURAN 11
CARA MENCETAK GOL
GOL MASUK GAWANG
Kecuali ditentukan lain dari peraturan ini, dapat dikatakan gol ketika keseluruhan bagian dari bola melewati garis gawang antara kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang, asalkan bola tersebut tidak dilemparkan, dibawa atau secara sengaja didorong oleh tangan seorang pemain dari tim penyerang, termasuk penjaga gawang.
TIM PEMENANG
Tim yang mencetak jumlah gol paling banyak selama pertandingan adalah pemenangnya. Jika kedua tim mencetak gol yang sama atau tidak tercetak/tercipta gol, maka pertandingan dinyatakan imbang atau seri.
PERATURAN DAN PERTANDINGAN
Untuk suatu pertandingan yang berakhir seri, peraturan kompetisi boleh menyatakan ketentuan yang menyertakan perpanjangan waktu atau dilakukan tendangan dari titik pinalti untuk menentukan pemenangnya.
PERATURAN 12
KESALAHAN-KESALAHAN dan KELAKUKAN JAHAT
TENDANGAN BEBAS LANGSUNG
Tendangan bebas langsung diberikan kepada tim lawan, jika seorang pemain melakukan salah satu dari enam bentuk pelanggaran dibawah ini, dengan pengamatan wasit dan itu merupakan tindakan yang kurang berhati-hati, kasar atau menggunakan tenaga yang berlebihan :
• Menendang atau mencoba menendang lawan.
• Mengganjal atau mencoba mengganjal lawan.
• Menerjang lawan.
• Mendorong lawan, meskipun dengan bahunya.
• Memukul atau mencoba memukul lawan.
• Mendorong lawan.
Tendangan bebas langsung juga dapat diberikan kepada tim lawan, jika seseorang pemain melakukan pelanggaran sebagai berikut :
• Memegang lawan.
• Meludah pada lawan.
• Melakukan sliding tackle dalam rangka mencoba merebut bola ketika bola sedang dimainkan/dikuasai oleh lawan. Kecuali untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri dan dengan syarat ia tidak bermain dengan hati-hati, kasar atau menggunakan kekuatan yang berlebihan.
• Menyentuh lawan sebelumya, ketika berusaha menguasai bola.
• Memegang bola secara sengaja, kecuali dilakukan oleh penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri.
Tendangan bebas langsung dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.
Semua pelanggaran yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang diakumulasikan.
TENDANGAN PINALTI
Tendangan pinalti diberikan, jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran didaerah pinaltinya sendiri, tidak peduli dimana posisi bola, tetapi asalkan bola dalam permainan atau bola hidup.
TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG
Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika seorang penjaga gawang telah melakukan salah satu pelanggaran dibawah ini :
• Setelah melepaskan bola dari tangannya, ia menerima kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan.
• Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass).
• Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, setelah ia menerima bola langsung dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim.
• Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.
Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, dilakukan ditempat terjadinya pelanggaran, jika menurut pendapat wasit seorang pemain:
• Bermain dengan cara yang membahayakan.
• Dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan).
• Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
• Melakukan pelanggaran lainnya yang tidak disebutkan sebelumnya pada Peraturan No.12, yang mana permainan dihentikan untuk memberi peringatan atau mengeluarkan seorang pemain.
Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dari tempat dimana terjadinya pelanggaran. Kecuali, terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti ditempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
SANGSI DISIPLIN
Kartu kuning dan kartu merah hanya dapat ditunjukkan kepada para pemain atau para (pemain) cadangan.
Para wasit memiliki kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain dari sejak ia masuk lapangan sampai meninggalkan lapangan setelah isyarat peluit akhir.
PELANGGARAN YANG DIPERINGATKAN
Seorang pemain diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning, jika ia melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut :
• Bersalah karena melakukan tindakan yang tidak sportif.
• Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau aksi yang tidak baik.
• Tetap melanggar Peraturan Permainan.
• Memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada saat memulai kembali permainan.
• Tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut, tendangan kedalam, tendangan bebas atau tendangan gawang.
• Masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar prosedur pergantian pemain.
• Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit.
Untuk setiap pelanggaran, dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak langsung, dilakukan ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan peringatan dengan menunjukkan kartu kuning.
PELANGGARAN YANG DAPAT MENYEBABKAN PEMAIN DIKELUARKAN
Seorang pemain atau pemain cadangan dikeluarkan dengan menunjukkan kartu merah, jika ia melakukan salah satu pelanggaran sebagai berikut :
• Pemain bermain sangat kasar.
• Pemain melakukan tindakan kasar.
• Meludah pada lawan atau orang lain.
• Menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam daerah pinaltinya sendiri).
• Mengagalkan pemain lawan yang berkesempatan menciptakan gol dengan bergerak maju kedepan menuju ke arah gawang pemain tersebut. Dengan melakukan tindakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman melalui tendangan bebas atau tendangan pinalti.
• Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki.
• Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama.
KEPUTUSAN DAN PENEGASAN
Jika permainan dihentikan untuk sementara karena pemain melakukan pelanggaran No.6 atau No.7, tanpa melakukan pelanggaran peraturan lainnya, maka permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung yang diberikan kepada tim lawan dan dilakukan ditempat dimana pelanggaran awal terjadi. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terakhir terjadi.
KEPUTUSAN - KEPUTUSAN
1. Seorang pemain yang dikeluarkan oleh wasit (send off) tidak dapat ikut kembali kepermainan yang sedang berjalan, maupun duduk dibangku pemain cadangan dan harus meninggalkan sekitar lapangan. Pemain cadangan dapat masuk ke lapangan dua menit setelah rekan timnya dikeluarkan, kecuali tercipta gol oleh lawannya sebelum masa dua menitnya berakhir, dan pemain secara sah telah diijinkan oleh pencatat waktu. Dalam hal ini ditetapkan aturan sebagai berikut :
• Jika dalam permainan terdapat 5 pemain melawan 4 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim yang hanya dengan 4 pemain dapat memasukkan pemain kelimanya.
• Jika kedua tim bermain dengan 4 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap bermain dengan jumlah yang sama.
• Jika dalam pertandingan dimana terdapat 5 pemain bermain melawan 3 pemain, atau 4 pemain melawan 3 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim dengan 3 orang pemain dapat menambah hanya satu orang pemain lagi.
• Jika kedua tim bermain dengan 3 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap dengan jumlah pemain yang sama.
• Jika tim yang mencetak gol adalah salah satu dari tim dengan pemain yang lebih sedikit, maka permainan diteruskan tanpa menambah jumlah pemain.
2. Tergantung pada peraturan 12.
Pemain boleh sodorkan/operkan bola ke penjaga sendiri dengan kepala (sundulan pada bola dengan kepala), dengan dada atau lutut dan cara lain, asalkan bola telah melewati garis tengah (lapangan) atau telah menyentuh/disentuh atau dimainkan oleh pemain lawan.
Tetapi, jika menurut pendapat wasit, pemain sengaja melakukan tipuan ketika bola dalam permainan menghindari peraturan ini, pemain itu bersalah, berkelakuan tidak sportif. Pemain diberikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning, dan tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat di mana pelanggaran terjadi dalam kondisi seperti itu, tidak ada hubungannya apakah penjaga gawang kemudian menyentuh bola dengan tangannya atau tidak.
Pelanggaran yang dilakukan pemain dalam usaha untuk menghindar dari ketentuan dan makna dari peraturan 12.
3. Menyerang yang dapat membahayakan keselamatan lawannya, harus diberikan sangsi sebagai pemain sangat kasar (must be sanctioned as serious foul play).
4. Tiap tindakan pura-pura di dalam lapangan adalah berniat menipu wasit, harus diberikan sangsi sebagai kelakuan tidak sportif (must be sanctioned as unsporting behaviour).
5. Pemain yang melepaskan baju kaos/shirt ketika merayakan suatu gol, harus diberikan peringatan untuk kelakuan tidak sportif (must be caution for unsporting behaviour).
PERATURAN 13
TENDANGAN BEBAS
TENDANGAN BEBAS
Tendangan bebas terdiri dari tendangan bebas langsung dan tidak langsung.
Untuk kedua tendangan bebas bola harus diam dan tidak bergerak dan penendang tidak boleh menyentuh bola kedua kalinya sebelum disentuh/tersentuh oleh pemain lainnya.
TENDANGAN BEBAS LANGSUNG
Jika tendangan bebas langsung dilakukan kearah gawang dan gol terjadi, maka gol tersebut dinyatakan sah.
TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG
Gol hanya dapat tercetak dan dinyatakan sah, apabila bola tersebut sudah menyentuh/tersentuh pemain lainnya sebelum masuk kegawang.
POSISI TENDANGAN BEBAS
• Seluruh pemain lawan paling kurang harus berada tidak kurang banyak 5 m dari bola sampai bola dalam permainan.(until it is in play)
• Bola kembali berada dalam permainan setelah bola ditendang, disentuh/tersentuh atau dimainkan oleh pemain lain.
• Ketika tim bertahan laksanakan tendangan bebas dari dalam daerah pinalti sendiri, semua pemain lawan harus berada di luar daerah pinalti. Bola dalam permainan segera setelah meninggalkan keluar daerah penalti.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Jika ketika tendangan bebas dilakukan, posisi lawan berada lebih dekat dengan bola dari jarak yang ditentukan maka:
• Tendangan bebas dilakukan ulang (diulang).
Jika setelah bola berada dalam permainan, penendang menyentuh/memainkan bola kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya maka:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.
Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi.(from the place where the infringement)
Jika tendangan bebas dilakukan lebih dari 4 detik maka:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi.
TANDA ISYARAT DARI WASIT
TENDANGAN BEBAS LANGSUNG
Wasit menunjuk pada satu lengannya secara horizontal, menunjuk arah tendangan yang akan dilakukan. Dalam hal terjadinya pelanggaran yang dihitung sebagai kesalahan yang diakumulasikan, wasit menunjuk kearah posisi terjadinya pelanggaran, sementara jari lainnya memberi isyarat kepada wasit ketiga, atau ofisial pertandingan lainnya agar mengetahui bahwa pelanggaran tersebut dihitung sebagai pelanggaran yang diakumulasikan.
TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG
Wasit mengindikasikan sebuah tendangan bebas tidak langsung dengan menaikkan tangan diatas kepala. Ia tetap mengangkat tangannya dengan posisi tersebut hingga tendangan telah dilakukan dan bola telah menyentuh/disentuh pemain lain atau keluar lapangan permainan.
PERATURAN 14
PELANGGARAN YANG DIAKUMULASIKAN
PELANGGARAN TERAKUMULASI
• Hukuman tersebut dilakukan dengan memberikan tendangan bebas langsung seperti disebutkan dalam Peraturan No.12.
• Lima kesalahan yang telah dilakukan oleh masing-masing tim diakumulasikan dibabak pertama dan dicatat dalam ringkasan pertandingan.
POSISI TENDANGAN BEBAS
Untuk kumpulan lima jenis pelanggaran pertama dicatat oleh kedua tim di setiap babaknya:
• Para pemain dari tim lawan boleh membentuk dinding untuk mempertahankan tendangan bebas.
• Seluruh pemain lawan harus berada tidak kurang berjarak 5 meter dari bola, sampai bola dalam permainan.
• Gol dapat tercipta secara langsung dari tendangan bebas ini.
Pada permulaan dari terjadinya pelanggaran akumulasi yang keenam dicatat untuk kedua tim pada setiap babak:
• Para pemain tim lawan tidak boleh membentuk dinding (untuk mempertahankan tendangan bebas yang diberikan akibat Pelanggaran keenam).
• Pemain yang melakukan tendangan bebas harus diidentifikasi dengan baik dan jelas.
• Penjaga gawang harus tetap dalam daerah pinaltinya dengan tidak kurang jarak 5 meter dari bola.
• Seluruh pemain lainnya di lapangan harus tetap berada sejajar dengan bola dan paralel dengan garis gawang, dan diluar daerah pinalti. Mereka harus berjarak tidak kurang 5 meter dari bola dan tidak boleh mengganggu pemain yang akan melakukan tendangan bebas. Tidak boleh ada pemain lain yang boleh melewati barisannya yang sejajar dengan posisi bola (tidak boleh melewati garis imajiner) sampai bola telah disentuh atau dimainkan.
PROSEDUR
untuk pelanggaran keenam dan pelanggaran terakumulasi selanjutnya
• Pemain yang melakukan tendangan bebas, harus menendang bola dengan tujuan mencetak gol dan tidak boleh mengoper bola kepada pemain kawan satu timnya
• Setelah tendangan bebas dilakukan, tidak ada pemain yang boleh menyentuh bola sampai bola tersebut disentuh oleh penjaga gawang, atau telah memantul pada tiang gawang atau palang gawang atau telah meninggalkan lapangan (yang dimaksud keluar lapangan).
• Jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran keenam bagi timnya pada posisi diantara garis tengah lapangan dan titik pinalti kedua 10 meter dari garis gawang tendangan bebas dilakukan dari titik pinalti kedua. Seperti yang telah di jelaskan pada peraturan No.1. Tendangan bebas dilakukan sesuai dengan ketentuan “Posisi dari tendangan bebas”.
• Jika seorang pemain melakukan kesalahan keenam dari timnya dari bagian lapangannya sendiri antara garis 10 m dan garis gawang, tim yang diberi tendangan bebas tersebut dapat memilih apakah mengambilnya dari titik pinalti kedua atau dari tempat dimana pelanggaran terjadi.
• Tambahan untuk perpanjangan waktu harus diberikan untuk sebuah tendangan bebas yang dilakukan pada akhir dari setiap permainan.
• Jika permainan masuk kedalam waktu tambahan, maka semua pelanggaran yang telah diakumulasikan dari babak kedua pertandingan, tetap berlanjut untuk diakumulasikan kedalam waktu tambahan.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Jika seorang pemain dari tim bertahan melanggar terhadap peraturan tendangan dari titik pinalti kedua:
• Tendangan diulang jika tidak tercipta gol.
• Tendangan tidak diulang jika gol tercipta.
Jika pemain dari tim yang sama yang melanggar peraturan tendangan dari titik pinalti kedua:
• Tendangan diulang jika gol tercipta.
• Jika gol tidak tercipta, wasit hentikan permainan dan memulai kembali permainan dengan tendangan bebas tidak langsung diberikan tim lawan, dilaksanakan dari tempat bola berada ketika pelanggaran terjadi.
Jika pemain yang melakukan tendangan melanggar peraturan tendangan dari titik pinalti kedua, ini setelah bola dalam permainan:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi kecuali kejadian ini terjadi didalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini tendangan bebas langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada saat tempat terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Jika pemain dari tim bertahan dan pemain dari tim penyerang melakukan pelanggaran dari peraturan ini:
• Tendangan bebas diulang.
Jika bola mengenai sesuatu (benda) setelah disentuh / ditendang ke depan.
• Tendangan bebas diulang.
Jika bola mantul ke dalam permainan dari penjaga gawang, dari palang gawang atau dari tiang gawang dan kemudian mengenai sesuatu (benda):
• Wasit hentikan permainan (sementara);
• Memulai kembali permainan dengan menjatuhkan bola (=dropped ball) pada tempat dimana bola mengenai sesuatu (benda) .
PERATURAN 15
TENDANGAN PINALTI
Tendangan pinalti diberikan terhadap tim yang melakukan pelanggaran yang dihukum dengan tendangan bebas langsung, di dalam daerah pinaltinya sendiri dan ketika bola dalam permainan.
Gol dapat dicetak secara langsung dari tendangan pinalti.
Diperkenankan waktu tambahan untuk tendangan pinalti yang akan dilakukan pada akhir setiap babak atau pada akhir setiap periode perpanjangan waktu.
POSISI BOLA DAN PARA PEMAIN
Bola :
• Bola ditempatkan di titik pinalti.
Pemain yang mengambil tendangan pinalti:
• Teridentifikasi dengan benar
Penjaga gawang tim bertahan:
• Tetap berada pada garis gawangnya, menghadap ke penendang, diantara kedua tiang gawang, di bawah palang gawang hingga bola telah ditendang.
Posisi pemain lain selain penendang:
• Tetap berada didalam lapangan.
• Diluar daerah pinalti
• Dibelakang atau di samping titik pinalti.
• Paling kurang berjarak 5 meter dari titik pinalti.
PROSEDUR
• Pemain yang melakukan tendangan pinalti menendang bola ke arah depan.
• Pemain yang melakukan tendangan pinalti tidak boleh memainkan bola untuk kedua kali hingga bola disentuh/menyentuh pemain lainnya.
• Bola dalam permainan dan setelah bola ditendang dan bergerak kearah depan.
Ketika dilakukan tendangan pinalti terjadi selama pertandingan normal dilakukan atau dengan waktu perpanjangan baik setengah babak maupun penuh, untuk melakukan tendangan pinalti atau tendangan pinalti diulang, sebuah gol diberikan atau dikatakan sah jika sudah melewati kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang.
• Bola menyentuh salah satu tiang gawang, atau kedua tiang gawang atau palang gawang dan atau penjaga gawang.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Jika seorang pemain dari tim yang bertahan melanggar peraturan ini :
• Tendangan diulang, jika tidak tercipta gol.
• Tendangan tidak diulang, jika tendangan tercipta gol.
Jika rekan tim pemain yang melaksanakan tendangan melanggar peraturan ini maka :
• Tendangan diulang, jika tercipta gol.
• Jika tidak teripta gol, wasit hentikan permainan dan memulai kembali permainan dengan tendangan bebas tidak langsung untuk tim bertahan, dilaksanakan dari tempat dimana bola berada (saat itu) ketika pelanggaran terjadi.
Jika pemain yang melaksanakan tendangan melanggar peraturan tendangan pinalti ini, setelah bola berada dalam permainan:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi. Kecuali tendangan terjadi didalam daerah pinalti, yang mana tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Jika pemain dari tim bertahan dan pemain dari tim penyerang melakukan pelanggaran dari peraturan ini :
• Tendangan pinalti diulang.
Jika bola mengenai sesuatu (benda) setelah disentuh/ditendang ke depan :
• Tendangan diulang.
Jika bola mantul kedalam permainan dari penjaga gawang, dari palang gawang atau dari tiang gawang dan kemudian mengenai sesuatu (benda):
wasit hentikan permainan (sementara).
Memulai kembali permainan dengan menjatuhkan bola (dropped ball) pada tempat dimana bola mengenai sesuatu (benda).
PERATURAN 16
TENDANGAN KEDALAM
Tendangan kedalam adalah cara untuk memulai kembali permainan. Gol tidak dapat disahkan langsung dari tendangan kedalam.
Tendangan kedalam diberikan:
• Jika keseluruhan bagian dari bola melewati garis samping, baik menggelinding di permukaan lapangan maupun melayang di udara atau menyentuh langit-langit.
• Di tempat persilangan garis samping lapangan.
• Kepada Tim lawan dari pemain yang terakhir kali menyentuh bola.
POSISI BOLA DAN PEMAIN
BOLA
• Harus ditempatkan pada garis pembatas lapangan (garis samping).
• Dapat ditendang kembali kedalam permainan ke arah manapun.
Pemain mengambil tendangan kedalam:
• Pada saat menendang bola, bagian dari setiap kakinya berada pada garis pembatas lapangan atau di luar garis pembatas lapangan.
Pemain dari tim yang bertahan:
• Para pemain minimum berjarak 5 meter dari bola tempat dimana dilakukannya tendangan kedalam.
PROSEDUR
• Pemain, penendang kedalam harus melakukannya dalam waktu 4 detik dari saat menempatkan bola.
• Pemain melakukan tendangan kedalam tidak dapat atau tidak boleh memainkan bola kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/ disentuh pemain lainnya.
• Bola berada dalam permainan segera setelah bola tersebut ditendang atau disentuh.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika:
• Pemain yang melakukan tendangan kedalam memainkan bola untuk kedua kalinya sebelum bola tersentuh/menyentuh pemain lain. Tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi, kecuali hal tersebut dilakukandari daerah pinalti dan dilaksanakan pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Tendangan kedalam diulang oleh pemain dari tim lawan, jika:
• Tendangan kedalam dilakukan tidak dengan benar.
• Tendangan kedalam dilakukan dari posisi selain tempat dimana bola melewati garis pembatas lapangan.(garis samping)
• Tendangan kedalam tidak dilakukan dalam waktu 4 detik mulai dari saat pemain menempatkan bola hingga melakukan tendangan.
• Terjadinya pelanggaran pada peraturan lain.
PERATURAN 17
PEMBERSIHAN GOL
Pembersihan gol adalah cara untuk memulai kembali permainan. Gol tidak dapat dikatakan sah apabila gol dilaksanakan melalui ditendang atau dilempar langsung dari gawang oleh penjaga gawang.
Pembersihan gol diberikan jika :
• Keseluruhan bola telah disentuh oleh pemain dari tim penyerang, telah melewati garis gawang, apakah menggelinding di tanah atau melayang di udara dan gol tidak tercetak sesuai Peraturan No. 11.
PROSEDUR
• Bola dilempar dari titik manapun dalam daerah pinalti oleh penjaga gawang dari tim bertahan.
• Para pemain lawan harus tetap berada diluar daerah pinalti sampai bola berada dalam permainan.
• Penjaga gawang tidak boleh memainkan bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut dimainkan oleh pemain lawan atau melewati garis tengah lapangan.
• Bola dalam permainan ketika bola tersebut dilempar langsung keluar dari daerah pinalti.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Jika bola tidak dilempar langsung keluar daerah pinalti:
• Pembersihan gol diulang.
Jika bola sudah dalam permainan, penjaga gawang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum bola tersebut dimainkan pemain lawan atau melewati garis tengah lapangan:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dari tempat dimana pelanggaran terjadi. Kecuali hal tersebut terjadi didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Setelah bola berada dalam permainan, penjaga gawang menerimanya kembali dari rekan tim:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Jika pembersihan gol dilaksanakan dalam waktu lebih dari 4 detik oleh penjaga gawang yang memegang bola:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari garis daerah penalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
PERATURAN 18
TENDANGAN SUDUT
Tendangan sudut adalah cara untuk memulai kembali permainan. Gol dapat tercetak langsung dari tendangan sudut, tetapi hanya dilakukan terhadap tim lawan.
Tendangan Sudut diberikan apabila:
• Keseluruhan bagian dari bola, telah menyentuh seorang dari pemain bertahan melewati garis gawang, baik mengelinding di tanah permukaan atau melayang di udara dan gol tidak tercetak sesuai dengan Peraturan No.11.
Prosedur
• Bola ditempatkan tepat didalam busur sudut, yang terdekat.
• Para pemain lawan berada pada jarak tidak kurang 5 m dari bola.
• Bola ditendang oleh pemain dari tim penyerang yang mendapat tendangan sudut.
• Bola berada dalam permainan setelah bola ditendang atau disentuh dan keluar dari daerah tendangan sudut.
• Penendang tidak boleh memainkan bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut disentuh/ tersentuh pemain lain.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Tendangan bebas tidak langsung dapat dilaksanakan oleh tim lawan, jika:
• Pemain yang melaksanakan tendangan sudut memainkan bola kedua kalinya sebelum bola tersebut menyentuh pemain lain. Tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan pemain tim lawan dari tempat dimana pelanggaran terjadi.
• Tendangan sudut dilakukan dalam waktu tidak lebih 4 detik oleh pemain yang akan melaksanakan tendangan menempatkan bola.
• Tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari busur sudut.
Untuk pelanggaran lainnya :
• Tendangan sudut diulangi.
PROSEDUR UNTUK MENENTUKAN PEMENANG PERTANDINGAN
Waktu tambahan dan tendangan dari titik pinalti adalah cara untuk menentukan tim pemenang, apabila peraturan kompetisi mengisyaratkan harus ada tim pemenang setelah pertandingan berakhir dengan seri.
PENAMBAHAN WAKTU
Waktu tambahan terdiri dari dua waktu yang sama yaitu lima menit setelah waktu istirahat selama lima menit. Jika tidak ada gol yang dicetak selama dua babak dari penambahan waktu tersebut dan nilai akhir tetap berimbang, maka pertandingan ditentukan melalui tendangan dari titik pinalti.
PROSEDUR TENDANGAN DARI TITIK PINALTI
• Wasit memilih gawang yang akan dilakukan tendangan dari titik pinalti.
• Wasit melempar koin dan kapten tim yang memenangkan lemparan koin tersebut memutuskan melaksanakan tendangan pertama ataukah yang kedua.
• Wasit dan pencatat waktu mencatat tendangan yang dilakukan.
• Masing-masing tim melakukan lima tendangan dari titik pinalti.
• Tendangan dilakukan secara bergantian oleh kedua tim.
• Jika sebelum tendangan kelima kali dilakukan, salah satu tim telah unggul dan tak mungkin terkejar, maka sisa tendangan tidak perlu dilakukan.
• Setelah kedua tim melakukan lima tendangan dan hasil angka akhir sama maka, tendangan dilanjutkan dengan cara yang sama, sampai dengan salah satu tim ada yang unggul dari jumlah pemain penendang yang sama, semua pemain dan (pemain) cadangan dapat dipilih untuk melaksanakan tendangan dari titik pinalti.
• Setiap tendangan dari titik pinalti dilaksanakan oleh pemain yang berbeda. Tendangan yang kedua dapat dilakukan setelah semua pemain telah mendapatkan gilirannya.
• Pemain yang diperbolehkan melakukan tendangan dapat menggantikan posisi penjaga gawang dalam setiap saat selama pelaksanaan tendangan dari titik pinalti dilakukan.
• Hanya pemain yang telah ditunjuk sebagai penendang dari titik pinalti dan petugas pertandingan saja yang boleh tetap berada didalam lapangan.
• Semua pemain, kecuali pemain yang ditunjuk laksanakan tendangan dan dua penjaga gawang, harus tetap didalam lapangan permainan dan berada di setengah lapangan dari arah yang berlawanan.
• Kecuali ditentukan lain, peraturan yang dikeluarkan oleh Asosiasi Sepak Bola Internasional berlaku juga untuk tendangan dari titik pinalti.
• Pada saat setelah pertandingan selesai, jika jumlah pemain salah satu tim melebihi jumlah pemain lawannya maka, tim dengan jumlah pemain lebih tersebut harus mengurangi jumlah pemainnya hingga jumlah keduanya sama. Nama dan jumlah yang tidak ikut serta harus dilaporkan kepada wasit. Kapten tim bertanggung jawab akan hal ini.
• Sebelum memulai tendangan dari titik pinalti, wasit harus sudah memastikan bahwa pemain yang sudah ditunjuk saja yang berhak melakukan tendangan dari titik pinalti dan tetap berada didalam lapangan untuk melakukan tendangan itu.
Diposting oleh D.F. Mirdianto, S.Pd di 21.01 0 komentar
Minggu, 27 Desember 2009
Aktivitas Pengembangan
BAB I
PENDAHULUAN
Rasional.
Pendidikan Jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga.
Di dalam intensifikasi penyelengaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, peranan Pendidikan Jasmani adalah sangat penting, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain dan olahraga yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat.
Pendidikan Jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai (sikap-mental-emosional-spiritual-sosial), dan pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan serta perkembangan yang seimbang.
Dengan Pendidikan Jasmani siswa akan memperoleh berbagai ungkapan yang erat kaitannya dengan kesan pribadi yang menyenangkan serta berbagai ungkapan yang kreatif, inovatif, terampil, memiliki kebugaran jasmani, kebiasaan hidup sehat dan memiliki pengetahuan serta pemahaman terhadap gerak manusia.
Dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani guru diharapkan mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan dan olahraga, internalisasi nilai-nilai (sportifitas, jujur, kerjasama, dan lain-lain) serta pembiasaan pola hidup sehat. Pelaksanaannya bukan melalui pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun melibatkan unsur fisik, mental, intelektual, emosi dan sosial. Aktivitas yang diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan didaktik-metodik, sehingga aktivitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran.
Tidak ada pendidikan yang tidak mempunyai sasaran paedagogis, dan tidak ada pendidikan yang lengkap tanpa adanya Pendidikan Jasmani, karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alamiah berkembang searah dengan perkembangan zaman.
Pengertian.
Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam kerangka sistem pendidikan nasional.
Tujuan dan Fungsi Pendidikan Jasmani.
1. Tujuan Pendidikan Jasmani:
a. Meletakkan landasan karakter yang kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani
b. Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemajemukan budaya, etnis dan agama
c. Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis melalui tugas-tugas pembelajaran Pendidikan Jasmani
d. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri, dan demokratis melalui aktivitas jasmani
e. Mengembangkan keterampilan gerak dan keterampilan teknik serta strategi berbagai permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air) dan pendidikan luar kelas (Outdoor education)
f. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani
g. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain
h. Mengetahui dan memahami konsep aktivitas jasmani sebagai informasi untuk mencapai kesehatan, kebugaran dan pola hidup sehat
i. Mampu mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang bersifat rekreatif.
2. Fungsi Pendidikan Jasmani adalah:
a. Aspek organik
1) menjadikan fungsi sistem tubuh menjadi lebih baik sehingga individu dapat memenuhi tuntutan lingkungannya secara memadai serta memiliki landasan untuk pengembangan keterampilan
2) meningkatkan kekuatan yaitu jumlah tenaga maksimum yang dikeluarkan oleh otot atau kelompok otot
3) meningkatkan daya tahan yaitu kemampuan otot atau kelompok otot untuk menahan kerja dalam waktu yang lama
4) meningkatkan daya tahan kardiovaskuler, kapasitas individu untuk melakukan aktivitas yang berat secara terus menerus dalam waktu relatif lama
5) meningkatkan fleksibelitas, yaitu; rentang gerak dalam persendian yang diperlukan untuk menghasilkan gerakan yang efisien dan mengurangi cidera.
b. Aspek neuromuskuler
1) meningkatkan keharmonisan antara fungsi saraf dan otot
2) mengembangkan keterampilan lokomotor, seperti; berjalan, berlari, melompat, meloncat, meluncur, melangkah, mendorong, menderap/mencongklang, bergulir, dan menarik
3) mengembangkan keterampilan non-lokomotor, seperti; mengayun, melengok, meliuk, bergoyang, meregang, menekuk, menggantung, membongkok
4) mengembangkan keterampilan dasar manipulatif, seperti; memukul, menendang, menangkap, berhenti, melempar, mengubah arah, memantulkan, bergulir, memvoli
5) mengembangkan faktor-faktor gerak, seperti; ketepatan, irama, rasa gerak, power, waktu reaksi, kelincahan
6) mengembangkan keterampilan olahraga, seperti; sepak bola, soft ball, bola voli, bola basket, baseball, atletik, tennis, beladiri dan lain sebagainya
7) mengembangkan keterampilan rekreasi, seperti, menjelajah, mendaki, berkemah, berenang dan lainnya.
c. Aspek perseptual
1) mengembangkan kemampuan menerima dan membedakan isyarat
2) mengembangkan hubungan-hubungan yang berkaitan dengan tempat atau ruang, yaitu kemampuan mengenali objek yang berada di: depan, belakang, bawah, sebelah kanan atau sebelah kiri dari dirinya
3) mengembangkan koordinasi gerak visual, yaitu; kemampuan mengkoordinasikan pandangan dengan keterampilan gerak yang melibatkan tangan, tubuh, dan atau kaki
4) mengembangkan keseimbangan tubuh (statis, dinamis), yaitu; kemampuan mempertahankan keseimbangan statis dan dinamis
5) mengembangkan dominansi (dominancy), yaitu; konsistensi dalam menggunakan tangan atau kaki kanan/kiri dalam melempar atau menendang
6) mengembangkan lateralitas (laterality), yaitu; kemampuan membedakan antara sisi kanan atau sisi kiri tubuh dan diantara bagian dalam kanan atau kiri tubuhnya sendiri
7) mengembangkan image tubuh (body image), yaitu kesadaran bagian tubuh atau seluruh tubuh dan hubungannya dengan tempat atau ruang.
d. Aspek kognitif
1) mengembangkan kemampuan menggali, menemukan sesuatu, memahami, memperoleh pengetahuan dan membuat keputusan
2) meningkatkan pengetahuan peraturan permainan, keselamatan, dan etika
3) mengembangkan kemampuan penggunaan strategi dan teknik yang terlibat dalam aktivitas yang terorganisasi
4) meningkatkan pengetahuan bagaimana fungsi tubuh dan hubungannya dengan aktivitas jasmani
5) menghargai kinerja tubuh; penggunaan pertimbangan yang berhubungan dengan jarak, waktu, tempat, bentuk, kecepatan, dan arah yang digunakan dalam mengimplementasikan aktivitas dan dirinya
6) meningkatkan pemahaman tentang memecahkan problem-problem perkembangan melalui gerakan.
e. Aspek sosial
1) menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungan dimana berada
2) mengembangkan kemampuan membuat pertimbangan dan keputusan dalam situasi kelompok
3) belajar berkomunikasi dengan orang lain
4) mengembangkan kemampuan bertukar pikiran dan mengevaluasi ide dalam kelompok
5) mengembangkan kepribadian, sikap, dan nilai agar dapat berfungsi sebagai anggota masyarakat
6) mengembangkan rasa memiliki dan rasa diterima di masyarakat
7) mengembangkan sifat-sifat kepribadian yang positif
8) belajar menggunakan waktu luang yang konstruktif
9) mengembangkan sikap yang mencerminkan karakter moral yang baik.
f. Aspek emosional
1) mengembangkan respon yang sehat terhadap aktivitas jasmani
2) mengembangkan reaksi yang positif sebagai penonton
3) melepas ketegangan melalui aktivitas fisik yang tepat
4) memberikan saluran untuk mengekspresikan diri dan kreativitas
5) menghargai pengalaman estetika dari berbagai aktivitas yang relevan.
D. Ruang Lingkup.
Ruang lingkup materi mata pelajaran Pendidikan Jasmani untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA adalah sebagai berikut:
JENJANG
SD
SMP
SMA
JENJANG
SD
SMP
SMA
*) Aspek/sub aspek yang diberi tanda bintang dapat digunakan sebagai materi pokok untuk mencapai kompetensi dasar yang relevan
Keterangan:
Permainan dan olahraga:
Permainan dan olahraga terdiri dari berbagai jenis permainan dan olahraga baik terstruktur maupun tidak yang dilakukan secara perorangan maupun beregu. Dalam aktivitas ini termasuk juga pengembangan aspek pengetahuan yang relevan dan sistem nilai seperti; kerjasama, sportivitas, jujur, berfikir kritis, dan patuh pada peraturan yang berlaku.
Aktivitas Pengembangan:
Aktivitas pengembangan berisi tentang kegiatan yang berfungsi untuk membentuk postur tubuh yang ideal dan pengembangan komponen kebugaran jasmani. Dalam aktivitas ini termasuk juga pengembangan aspek pengetahuan yang relevan serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti; kekuatan, daya tahan, keseimbangan, dan kelenturan tubuh, bentuk latihan yang dilakukan dalam aktivitas ini misalnya; pull-up, sit-up, back-up, push-up, squat-jump dan lain-lain.
Aktivitas senam:
Aktivitas senam berisi tentang kegiatan yang berhubungan dengan ketangkasan seperti, senam lantai, senam alat dan aktivitas fisik lainnya yang bertujuan untuk melatih keberanian, kapasitas diri, dan pengembangan aspek pengetahuan yang relevan serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aktivitas Ritmik:
Aktivitas ritmik berisi tentang hubungan gerak dengan irama dan juga pengembangan aspek pengetahuan yang relevan serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dalam proses pembelajarannya memfokuskan pada kesesuaian atau keterpaduan antara gerak dan irama.
Akuatik (Aktivitas Air):
Akuatik (aktivitas air) berisi tentang kegiatan di air, seperti; permainan air, gaya-gaya renang, dan keselamatan di air, serta pengembangan aspek pengetahuan yang relevan serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Pendidikan Luar Kelas (Outdoor Education)
Aktivitas Luar Sekolah berisi tentang kegiatan di luar kelas/sekolah dan di alam bebas lainnya, seperti; bermain di lingkungan sekolah, taman, perkampungan pertanian/nelayan, berkemah, dan kegiatan yang bersifat kepetualangan (mendaki gunung, menelusuri sungai, cano dan lainnya), serta pengembangan aspek pengetahuan yang relevan serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
E. Standar Kompetensi Lintas Kurikulum.
Standar Kompetensi Lintas Kurikulum merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar.
Standar Kompetensi Lintas Kurikulum ini meliputi:
1. Memiliki keyakinan, menyadari serta menjalankan hak dan kewajiban, saling menghargai dan memberi rasa aman, sesuai dengan agama yang dianutnya
2. Menggunakan bahasa untuk memahami, mengembangkan, dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi, serta untuk berinteraksi dengan orang lain.
3. Memilih, memadukan, dan menerapkan konsep-konsep, teknik-teknik, pola, struktur, dan hubungan.
4. Memilih, mencari, dan menerapkan teknologi dan informasi yang diperlukan dari berbagai sumber.
5. Memahami dan menghargai lingkungan fisik, makhluk hidup, dan teknologi, dan menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat.
6. Berpartisipasi, berinteraksi, dan berkontribusi aktif dalam masyarakat dan budaya global berdasarkan pemahaman konteks budaya, geografis, dan historis.
7. Berkreasi dan menghargai karya artistik, budaya, dan intelektual serta menerapkan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan pribadi menuju masyarakat beradab.
8. Berpikir logis, kritis, dan lateral dengan memperhitungkan potensi dan peluang untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
9. Menunjukkan motivasi dalam belajar, percaya diri, bekerja mandiri, dan bekerja sama dengan orang lain.
F. Standar Kompetensi bahan kajian Pendidikan Jasmani.
Permainan dan Olahraga
1. Siswa mampu melakukan berbagai macam bentuk aktivitas permainan dan berbagai cabang olahraga
2. Siswa memiliki konsep dan keterampilan berfikir dalam berbagai permainan dan olahraga
3. Siswa memiliki apresiasi terhadap perilaku bermain dan berolahraga yang termanifestasikan ke dalam nilai-nilai, seperti: kerjasama, menghargai teman dan lawan, jujur, adil, terbuka dan lain-lain
Aktivitas Pengembangan
1. Siswa mampu melakukan berbagai aktivitas untuk membentuk postur dan kondisi tubuh yang baik
2. Siswa memiliki konsep dan keterampilan berfikir dalam aktivitas pengembangan dan mengetahui pengaruhnya terhadap kebugaran tubuh dan kondisi yang baik
3. Siswa merasakan manfaat dari pola hidup aktif terhadap kesehatan dan kondisi tubuh
Uji diri/Senam
1. Siswa mampu melakukan berbagai gerak ketangkasan
2. Siswa memiliki konsep dan keterampilan berfikir dalam berbagai gerak ketangkasan
3. Siswa memiliki nilai-nilai, seperti; kedisiplinan, keberanian, rasa percaya diri, keselamatan diri dan orang lain
Aktivitas Ritmik
1. Siswa mampu melakukan gerakan tubuh sesuai dengan irama
2. Siswa memiliki konsep dan keterampilan berfikir dalam berbagai aktivitas ritmik
3. Siswa memiliki kepekaan, keharmonisan,dan kehalusan gerak
Akuatik (aktivitas air)
1. Siswa mampu melakukan berbagai macam bentuk permainan dalam air
2. Siswa memiliki konsep dan keterampilan berfikir tentang berbagai aktivitas air
3. Siswa memiliki apresiasi terhadap keselamatan, kepedulian, etika, dan kebersihan di air
Pendidikan Luar Kelas (Outdoor Education)
1. Siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan dan alam sekitar
2. Siswa mengetahui pentingnya keterampilan hidup dan pengalaman hidup di lingkungan dan alam sekitar
3. Siswa memiliki apresiasi terhadap lingkungan dan alam sekitar
G. Standar Kompetensi Pendidikan Jasmani SMA/MA.
1. Memperagakan kemampuan untuk melakukan dan merancang aktivitas pengembangan untuk meningkatkan dan memelihara kebugaran yang berdasarkan konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
2. Melakukan teknik, strategi, dan taktik berbagai permainan dan olahraga berdasarkan konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
3. Melakukan berbagai keterampilan senam berdasarkan konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
4. Melakukan berbagai aktivitas ritmik dan hasil kreasi rangkaian dan koordinasi gerak berirama yang berdasarkan konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
5. Memperagakan teknik-teknik gaya renang, permainan di air, dan upaya penyelamatan di air berdasarkan konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
6. Melakukan berbagai aktivitas di luar kelas seperti keterampilan penjelajahan dan penyelamatan dalam kegiatan kegiatan di alam bebas berdasarkan konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
H. Rambu - rambu
1. Kurikulum berbasis kompetensi ini merupakan pedoman mengajar bagi guru dan merupakan bahan kegiatan pembelajaran yang perlu dipelajari dan dilaksanakan oleh siswa untuk mencapai kompetensi yang dirumuskan dalam setiap kelas
2. Pendidikan jasmani terdiri dari 6 aspek, yaitu, permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air), dan pendidikan luar kelas (Outdoor education). Dari ke enam aspek tersebut yang wajib dilaksanakan adalah: permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, uji diri, dan aktivitas ritmik, sementara aspek akuatik dilaksanakan bila di sekitar sekolah terdapat sarana pendukung dan pendidkan luar kelas dapat dilakukan dua kali setahun
3. Kompetensi dasar yang terdapat dalam aspek permainan dan olahraga (sepak bola, bola voli, bola basket, bola tangan, softball, baseball, nomor-nomor atletik, beladiri, dan lainnya dipilih sesuai kondisi sekolah/daerah
4. Pendidikan luar kelas (Outdoor education) dilakukan pada setiap akhir semester atau akhir tahun/kenaikan kelas
5. Setiap aspek dirumuskan dalam standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan materi pokok
6. Kompetensi dasar merupakan penjabaran dari standar kompetensi, menggambarkan kemampuan minimal yang harus dimiliki/dicapai siswa setelah menyelesaikan satu periode pembelajaran tertentu
7. Kompetensi dasar disusun pertahun/perkelas (guru dapat memodifikasinya menjadi persemester atau sesuai dengan kebutuhan)
8. Jumlah waktu pelajaran Pendidikan Jasmani adalah 2 jam pelajaran/minggu, jumlah waktu tersebut digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan penilaiannya
9. Guru dapat memilih aktivitas sesuai dengan kondisi dan situasi sekolah, serta memperhatikan faktor pertumbuhan dan perkembangan siswa
10. Dalam menyusun kegiatan pembelajaran, guru dapat menggabungkan beberapa kompetensi dasar dalam satu aktivitas
11. Untuk pembinaan siswa yang berminat terhadap satu atau beberapa jenis aktivitas/cabang olahraga tertentu, dapat dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler atau bergabung pada perkumpulan olahraga
12. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran adalah:
a. Tahapan pelaksanaan dilakukan dimulai dari yang mudah ke yang sukar, dari yang sederhana ke yang kompleks, dari jarak yang dekat ke yang jauh, dan dari tingkat kesulitan yang rendah ke yang tinggi
b. Pengorganisasian kegiatan dilaksanakan dengan perorangan, berpasangan, kelompok kecil dan kelompok besar
c. Cara pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan latihan, menirukan, permainan, perlombaan, dan pertandingan
13. Waktu yang dialokasikan untuk pelajaran Pendidikan Jasmani terbatas, maka guru diharapkan menyusun kegiatan ekstrakurikuer dalam upaya mencapai keseluruhan kompetensi di dalam kurikulum, yang kegiatannya dapat dilaksanakan pada waktu luang/senggang, seperti: sore hari atau hari libur
14. Guru diharapkan dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia untuk pelaksanaan pembelajaran, baik di halaman sekolah, ruang kelas atau benda-benda lain di sekitar sekolah yang dapat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran
15. Dalam pembelajaran semua siswa dilibatkan secara langsung dalam praktik, hindari waktu menunggu giliran yang lama (satu anak melakukan anak lain memperhatikan) hal ini membuat siswa bosan
16. Beberapa metode yang dapat diterapkan dalam pembelajaran adalah:
Metode Eksplorasi, Diskoveri, pemecahan masalah, komando, latihan sirkuit, latihan berbeban, latihan interval, tugas, periksa sendiri, dan lain-lain
16. Contoh tahap pembelajaran Pendidikan Jasmani terdiri dari tiga tahap, yaitu:
1) Tahap Persiapan
Tahap persiapan ini mencakup langkah-langkah persiapan, seperti:
a. penetapan tujuan pembelajaran
b. memilih metode pembelajaran
c. memilih materi pembelajaran
d. menentukan alokasi waktu
e. menentukan alat dan sumber bahan pelajaran
f. memilih jenis evaluasi, dan lain-lain
2) Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan pada dasarnya menerapkan apa yang telah dilakukan pada tahap persiapan
3) Tahap Evaluasi
a. mengumpulkan informasi tentang pencapaian kompetensi, tujuan evaluasi adalah menilai sejauh mana siswa mampu mencapai kompetensi hasil belajar
b. memberikan umpan balik terhadap jalannya pembelajaran
17. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dapat digunakan untuk mengetahui derajat kebugaran, dan tes pengukuran
18. Penilaian merupakan upaya pengumpulan informasi untuk mengetahui seberapa jauh kompetensi Pendidikan Jasmani telah dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dalam satu atau beberapa pertemuan, semester, akhir tahun pembelajaran
19. Aspek yang dinilai dalam Pendidikan Jasmani meliputi: aspek kebugaran, keterampilan, pengetahuan dan sikap
20. Teknik penilaian dilakukan dengan tes (melalui pengukuran) dan non tes (melalui pengamatan).
BAB II
KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR, DAN MATERI POKOK
Kelas : X
Standar Kompetensi : 1. Memperagakan kemampuan untuk melakukan dan merancang aktivitas pengembangan
untuk meningkatkan dan memelihara kebugaran yang berdasarkan konsep yang benar dan
memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Aktivitas Pengembangan
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
1. 1. Melakukan berbagai latihan fisik untuk meningkatkan dan memelihara kebugaran jasmani
· Mendeskripsikan konsep kebugaran jasmani dalam kehidupan
· Melakukan berbagai bentuk latihan kekuatan, kelenturan, keseimbangan untuk mengembangkan kebugaran jasmani
· Konsep dan teori kebugaran jasmani
· Latihan peningkatan dan pemeliharaan kebugaran jasmani
1.2. Melakukan tes dan pengukuran kebugaran jasmani
· Mempersiapkan pengorganisasian dalam melakukan tes dan pengukuran kebugaran jasmani.
· Melakukan tes pengukuran kebugaran jasmani
· Menerapkan ketelitian, kesabaran, keuletan dan kecermatan dalam pengolahan data.
· Mematuhi prosedur, prinsip-prinsip tes dan pengukuran
· Konsep dasar tes pengukuran kebugaran jasmani
· Tes kebugaran jasmani
1. 3. Mengolah dan menginter-pretasikan hasil tes dan pengukuran kebugaran jasmani
· Mengolah hasil tes dan pengukuran kebugaran jasmani.
· Menginterpretasikan hasil pengolahan tes
· Pengolahan hasil tes dan pengukuran kebugaran jasmani
Standar Kompetensi : 2. Melakukan teknik, strategi, dan taktik berbagai permainan dan olahraga berdasarkan
konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Permainan dan Olahraga
Kompetensi dasar
Indikator
Materi Pokok
2.1. Melakukan keterampilan salah satu nomor olahraga beregu dengan menggunakan bola besar (sepak bola,bola voli atau bola basket)
· Menendang bola dengan teknik yang benar
· Mengontrol bola dengan teknik yang benar
· Menggiring bola dengan teknik yang benar
· Bermain sepakbola dengan peraturan yang sesungguhnya
· Menerapkan nilai kompetisi, pantang menyerah dan fair play dalam permainan
· Permainan sepak bola
Kompetensi dasar
Indikator
Materi Pokok
· Melakukan berbagai macam servis dengan teknik yang benar
· Melakukan passing dengan teknik yang benar
· Melakukan smash dan block
· Memilih posisi yang sesuai dengan keterampilan yang dimiliki
· Mengkoordinasikan gerakan dengan teman satu tim
· Menerapkan nilai kompetisi, pantang menyerah dan fair play dalam permainan
· Menerapkan peraturan permainan
· Permainan bola voli
· Melempar dan menangkap bola
· Menggiring bola
· Lay-up
· Menembak (shooting)
· Memilih posisi yang sesuai dengan keterampilan yang dimiliki
· Menerapkan nilai kompetisi, pantang menyerah dan fair play dalam permainan
· Menerapkan peraturan permainan
· Permainan bola basket dan bola tangan
2.2. Melakukan keterampilan salah satu nomor olahraga beregu dengan menggunakan bola kecil (baseball atau softball)
· Melempar dan menangkap bola dengan benar
· Memukul bola dengan teknik yang benar
· Melakukan sliding dengan teknik benar
· Melakukan beberapa taktik mematikan lawan
· Menerapkan dasar-dasar taktik dan strategi pertandingan
· Menerapkan nilai kompetisi, pantang menyerah dan fair play dalam permainan
· Menerapkan peraturan permainan
· Permainan softball dan baseball
2.3. Melakukan keterampilan salah satu nomor olahraga perorangan dengan menggunakan bola kecil (tenis lapangan, tenis meja atau bulutangkis)
· Melakukan servis
· Memukul bola/sutlechok
· Menerapkan peraturan permainan
· Permainan tenis lapangan, bulu tangkis atau tenis meja
2.4. Melakukan keterampilan salah satu nomor olahraga perorangan atletik (lari, lompat, lempar, atau tolak)
· Melakukan teknik dalam nomor lari
· Melakukan teknik nomor lompat jauh
· Melakukan teknik nomor lompat tinggi
· Melakukan teknik nomor tolak peluru
· Melakukan strategi dan taktik dalam nomor-nomor atletik
· Menerapkan peraturan perlombaan
· Olahraga perorangan atletik
Kompetensi dasar
Indikator
Materi Pokok
2. 5. Melakukan keterampilan salah satu nomor olahraga perorangan bela diri (pencak silat, karate atau tae kwon do)
· Melakukan berbagai teknik pukulan dengan baik dalam bela diri
· Melakukan berbagai teknik tendangan dalam bela diri
· Melakukan berbagai teknik elakan/tangkisan dalam bela diri
· Menerapkan peraturan yang berlaku
· Olahraga perorangan bela diri
Standar Kompetensi : 3. Melakukan berbagai keterampilan senam berdasarkan konsep yang benar dan memiliki
nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Aktivitas Senam
Kompetensi dasar
Indikator
Materi Pokok
3.1. Melakukan senam lantai dengan benar
· Berguling, kayang, sikap lilin, guling lenting (neckspring), berdiri dengan kepala, berdiri dengan kedua telapak tangan
· Melakukan rangkaian gerak senam
· Senam lantai
Standar Kompetensi : 4. Melakukan berbagai aktivitas ritmik, hasil kreasi rangkaian, dan koordinasi gerak
berirama yang berdasarkan konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di
dalamnya.
Aspek : Aktivitas Ritmik
Kompetensi dasar
Indikator
Materi Pokok
4.1. Melakukan salah satu bentuk senam irama
· Melakukan rangkaian dasar gerak ayunan lengan dengan pita/tali.
· Melakukan rangkaian ayunan lengan, langkah kaki dan anggota tubuh lainnya dengan pita/tali
· Mematuhi prosedur dan prinsip-prinsip dalam senam irama
· Senam irama dengan alat
· Melakukan rangkaian dasar gerak ayunan lengan dengan gada/tongkat
· Melakukan rangkaian ayunan lengan, langkah kaki anggota tubuh lainnya
· Mematuhi prosedur dan prinsip-prinsip dalam senam irama
· Senam irama dengan alat
Standar Kompetensi : 5. Memperagakan teknik-teknik gaya renang, permainan di air, dan upaya penyelamatan di
air berdasarkan konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Akuatik (Aktivitas Air)
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
5.1. Melakukan teknik salah satu gaya renang
· Melakukan teknik mengapung di air
· Melakukan teknik meluncur
· Melakukan teknik bernapas renang gaya bebas
· Melakukan renang gaya bebas
· Melakukan lomba renang gaya bebas
· Mematuhi peraturan perlombaan renang
· Renang gaya bebas
Standar Kompetensi : 6. Melakukan berbagai aktivitas di luar Kelas seperti keterampilan penjelajahan dan
penyelamatan dalam kegiatan-kegiatan di alam bebas berdasarkan konsep yang benar dan
memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Pendidikan Luar Sekolah (Outdoor Education)
Kompetensi dasar
Indikator
Materi Pokok
6.1. Memperagakan keterampilan menjelajah di alam bebas
· Memilih lokasi yang aman dan nyaman
· Menggunakan peralatan/perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan
· Menelusuri dan menyeberangi sungai
· Menerapkan prinsip dasar menjelajah di pantai dan sungai
· Penjelajahan di pantai dan sungai
6.2. Memperagakan pertolongan kecelakaan di alam bebas
· Melakukan langkah-langkah awal penyelamatan
· Mematuhi prinsip dan peraturan penyelamatan
· Menerapkan pengetahuan tentang penyelamat-an kecelakaan di alam bebas
· Memperagakan keterampilan penyelamatan kecelakaan di hutan dan sungai
· Penyelamatan di alam bebas
Kelas : XI
Standar Kompetensi : 1. Memperagakan kemampuan untuk melakukan dan merancang aktivitas pengembangan
untuk meningkatkan dan memelihara kebugaran yang berdasarkan konsep yang benar
dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Aktivitas Pengembangan
Kompetensi dasar
Indikator
Materi Pokok
1.1. Melakukan berbagai bentuk latihan untuk peningkatan kebugaran jasmani
· Melakukan berbagai bentuk latihan kelincahan
· Melakukan berbagai bentuk latihan ketepatan
· Melakukan berbagai bentuk latihan reaksi
· Melakukan berbagai bentuk latihan kekuatan
· Melakukan berbagai bentuk latihan kecepatan
· Melakukan berbagai bentuk latihan daya tahan
· Latihan kebugaran jasmani
1.2. Melakukan pengukuran unsur-unsur kebugaran jasmani
· Menerapkan konsep dasar tes dan pengukuran kebugaran jasmani
· Mengukur kelincahan
· Mengukur kekuatan
· Mengukur daya tahan
· Mengukur kecepatan
· Mengukur kelentukan
· Pengukuran kebugaran
1.3. Melakukan dan meng-interpretasikan hasil tes pengukuran kebugaran jasmani
· Mengolah hasil tes pengukuran kebugaran jasmani
· Menginterpretasikan hasil tes pengukuran kebugaran jasmani
· Pengolahan hasil tes dan pengukuran
Standar Kompetensi : 2. Melakukan teknik, strategi, dan taktik berbagai permainan dan olahraga berdasarkan
Konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Permainan dan olahraga
Kompetensi dasar
Indikator
Materi Pokok
2.1. Mengintegrasikan teknik salah satu nomor olahraga beregu menggunakan bola besar (sepak bola, bola voli, bola basket, atau bola tangan) dengan baik, tepat, dan lancar
· Menggunakan berbagai formasi, bentuk, dan strategi dalam permainan sepak bola
· Menerapkan dasar-dasar strategi dan taktik penyerangan maupun pertahanan sepak bola
· Memperlihatkan nilai pantang menyerah, dan jujur (fair play) dalam permainan
· Pengintegrasian teknik dalam permainan sepak bola
· Menggunakan berbagai formasi, bentuk, dan strategi dalam permainan bola voli
· Menerapkan dasar-dasar strategi dan taktik penyerangan maupun pertahanan bola voli
· Menerapkan peraturan permainan
· Pengintegrasian teknik dalam permainan bola voli
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
· Menggunakan berbagai formasi, bentuk, dan strategi dalam permainan bola basket/bola tangan
· Menerapkan dasar-dasar strategi dan taktik penyerangan maupun pertahanan bola basket/bola tangan
· Menerapkan peraturan permainan
· Pengintegrasian teknik dalam permainan bola basket dan bola tangan
2.2. Mengintegrasikan teknik salah satu nomor olahraga beregu menggunakan bola kecil (softball atau baseball) dengan baik, tepat, dan lancar
· Menggunakan berbagai formasi, bentuk, dan strategi dalam permainan softball/baseball
· Menerapkan dasar-dasar strategi dan taktik penyerangan maupun pertahanan softball/baseball
· Menerapkan peraturan permainan
· Pengintegrasian teknik dalam permainan softball dan baseball
2.3. Mengintegrasikan teknik salah satu nomor olahraga perorangan (bulutangkis, tenis lapangan atau tenis meja) dengan baik, tepat, dan lancar
· Memperagakan berbagai teknik gerak cabang olahraga bulutangkis dan tenis
· Menerapkan taktik penyerangan dan pertahan-an dalam berbagai cabang olahraga individu
· Menerapkan peraturan yang berlaku dalam permainan
· Pengintegrasian teknik dalam permainan bulu tangkis dan tenis
2.4. Mengintegrasikan teknik salah satu nomor olahraga perorangan atletik (lari, lompat, lempar atau tolak) dengan baik, tepat, dan lancar
· Memperagakan berbagai teknik atletik (lari, lompat, lempar/tolak)
· Menerapkan dasar-dasar strategi dan taktik dalam atletik
· Menerapkan peraturan yang berlaku dalam permainan
· Pengintegrasian teknik dalam Atletik
2.5. Mengintegrasikan teknik salah satu nomor olahraga perorangan bela diri (pencak silat, karate atau tae kwon do)dengan baik, tepat, dan lancar
· Memperagakan berbagai teknik bela diri (teknik tendangan, pukulan, elakan)
· Menerapkan dasar-dasar strategi dan taktik dalam bela diri
· Menerapkan peraturan yang berlaku dalam pertandingan
· Pengintegrasian teknik dalam Bela diri
Standar Kompetensi : 3. Melakukan berbagai keterampilan senam berdasarkan konsep yang benar dan memiliki
nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Aktivitas Senam
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
3.1. Melakukan senam lantai dengan baik dan benar
· Menerapkan konsep dasar senam lantai
· Melakukan guling, hand-spring, neck-spring, head-spring, meroda
· Melakukan gerakan rangkaian senam
· Senam lantai
Standar Kompetensi : 4. Melakukan berbagai aktivitas ritmik, hasil kreasi rangkaian, dan koordinasi gerak
berirama yang berdasarkan konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di
dalamnya.
Aspek : Aktivitas Ritmik
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
4.1. Melakukan gerak dasar senam aerobik dengan benar, tepat, dan lancar
· Melakukan rangkaian dasar koordinasi gerak langkah kaki – ayunan lengan dan gerak anggota tubuh lainnya
· Mematuhi peraturan dalam tari modern
· Senam Aerobik
Standar Kompetensi : 5. Memperagakan teknik-teknik gaya renang, permainan di air, dan upaya penyelamatan di air berdasarkan konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Akuatik (Aktivitas Air)
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi pokok
5.1. Melakukan keterampilan koordinasi teknik salah satu gaya renang dengan baik, tepat, dan lancar
· Melakukan teknik meluncur renang gaya dada
· Melakukan teknik bernapas renang gaya dada
· Melakukan renang gaya dada dengan kombinasi gerakan kaki dan tangan
· Melakukan lomba renang gaya dada
· Mematuhi peraturan perlombaan renang
· Renang gaya dada
Standar Kompetensi : 6. Melakukan berbagai aktivitas di luar Kelas seperti keterampilan penjelajahan dan
penyelamatan dalam kegiatan-kegiatan di alam bebas berdasarkan konsep yang benar dan
memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Pendidikan Luar Kelas (Outdoor Education)
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
6.1. Memperagakan keterampilan menjelajah dan penyelamatan di alam bebas
· Memilih lokasi yang aman dan nyaman
· Menggunakan peralatan/perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan
· Menelusuri perbukitan/pegunungan
· Menerapkan prinsip menjelajah di perbukitan/pegunungan
· Penjelajahan dan penyelamatan di alam bebas
Kelas : XII
Standar Kompetensi : 1. Memperagakan kemampuan untuk melakukan dan merancang aktivitas pengembangan
untuk meningkatkan dan memelihara kebugaran yang berdasarkan konsep yang benar dan
memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Aktivitas Pengembangan
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
1.1. Merancang program latihan fisik untuk pemeliharaan kebugaran jasmani
· Melakukan berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani yang sesuai dengan cabang olahraga yang diminati
· Melakukan berbagai bentuk latihan untuk kekuatan otot
· Melakukan berbagai bentuk latihan untuk daya tahan
· Latihan kebugaran jasmani
1.2. Menyusun program pengukuran kebugaran jasmani
· Memahami konsep dasar tes dan pengukuran kebugaran jasmani
· Menerapkan tes pengukuran kebugaran jasmani sesuai dengan cabang olahraga yang diminati
· Tes dan Pengukuran kebugaran jasmani
1.3. Mengolah hasil pengukuran kebugaran jasmani
· Memahami konsep dasar tentang pengolahan hasil tes dan pengukuran kebugaran jasmani
· Melakukan langkah-langkah pengolahan nilai hasil tes dan pengukuran kebugaran jasmani
· Pengoolahan hasil tes dan pengukuran
Standar Kompetensi : 2. Melakukan teknik, strategi, dan taktik berbagai permainan dan olahraga berdasarkan
konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Permainan dan Olahraga
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
2.1. Menerapkan strategi dan taktik salah satu nomor olahraga beregu menggunakan bola besar (sepak bola, bola voli, bola basket atau bola tangan)
· Menggunakan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan bila menghadapi situasi tertentu
· Menggunakan berbagai variasi, bentuk, dan strategi dalam permainan sepak bola
· Mengorganisasikan pertandingan
· Mengimplementasikan peraturan pertandingan dan perwasitan
· Mengaplikasikan nilai kerja sama kelompok, pantang menyerah, dan fair play dalam permainan
· Strategi dan taktik permainan sepak bola
· Administrasi dan organisasi pertandingan
· Peraturan pertandingan dan perwasitan
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
· Menggunakan berbagai strategi dan taktik permainan bola voli
· Menggunakan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan bila menghadapi situasi tertentu
· Mengorganisasikan pertandingan
· Mengimplementasikan peraturan pertandingan dan perwasitan
· Menerapkan nilai kerja sama kelompok, pantang menyerah, dan fair play dalam permainan
· Strategi dan taktik permainan bola voli
· Administrasi dan organisasi pertandingan
· Peraturan pertandingan dan perwasitan
· Menggunakan berbagai strategi dan taktik permainan bola basket dan bola tangan
· Menggunakan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan bila menghadapi situasi tertentu
· Mengorganisasikan pertandingan
· Mengimplementasikan peraturan pertandingan dan perwasitan
· Menerapkan nilai kerja sama kelompok, pantang menyerah, dan fair play dalam permainan
· Strategi dan taktik permainan bola basket dan bola tangan
· Administrasi dan organisasi pertandingan
· Peraturan pertandingan dan perwasitan
2.2. Menerapkan strategi dan taktik salah satu nomor olahraga beregu menggunakan bola kecil (softball atau baseball)
· Menggunakan berbagai strategi dan taktik permainan softball dan baseball
· Menggunakan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan bila menghadapi situasi tertentu
· Mengorganisasikan pertandingan
· Mengimplementasikan peraturan pertandingan dan perwasitan
· Menerapkan nilai kerja sama kelompok, pantang menyerah, dan fair play dalam permainan
· Strategi dan taktik permainan softball dan baseball
· Administrasi dan organisasi pertandingan
· Peraturan pertandingan dan perwasitan
2.3 Menerapkan strategi dan taktik salah satu nomor olahraga perorangan (tenis lapangan, tenis meja atau bulutangkis)
· Menerapkan strategi dan taktik permainan tunggal, ganda, dan ganda campuran dalam permainan bulutangkis, dan tenis
· Mengorganisasikan pertandingan
· Mengimplementasikan peraturan pertandingan dan perwasitan
· Menerapkan nilai-nilai pantang menyerah dan fair play dalam permainan
· Strategi dan taktik permainan tenis dan bulutangkis
· Administrasi dan organisasi pertandingan
· Peraturan pertandingan dan perwasitan
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
2.4. Menerapkan strategi dan taktik salah satu nomor olahraga perorangan atletik (lari, lompat, lempar atau tolak)
· Menerapkan strategi dan taktik lari jarak pendek
· Menerapkan strategi dan taktik lari jarak mene-ngah
· Menerapkan strategi dan taktik lompat jauh
· Menerapkan strategi dan taktik lompat tinggi
· Menerapkan strategi dan taktik tolak peluru
· Menerapkan strategi dan taktik lempar lembing
· Menerapkan strategi dan taktik lempar cakram
· Mengorganisasikan perlombaan
· Mengimplementasikan peraturan perlombaan dan perwasitan
· Menerapkan nilai-nilai pantang menyerah dan fair play dalam permainan
· Strategi dan taktik atletik
· Administrasi dan organisasi perlombaan
· Peraturan dan perwasitan perlombaan
2.5. Menerapkan strategi dan taktik salah satu nomor olahraga perorangan (bela diri)
· Menerapkan strategi dan taktik penyerangan dan pertahanan dalam olahraga beladiri
· Mengorganisasikan pertandingan
· Mengimplementasikan peraturan pertandingan dan perwasitan
· Menerapkan nilai-nilai pantang menyerah dan fair play dalam permainan
· Strategi dan taktik beladiri
· Administrasi dan organisasi pertandingan
· Peraturan pertandingan dan perwasitan
Standar Kompetensi : 3. Melakukan berbagai keterampilan senam berdasarkan konsep yang benar dan memiliki
nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Aktivitas Senam
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
3.1. Melakukan salah satu nomor senam lantai dengan alat atau tanpa alat
· Melakukan gerakan salto ke depan
· Melakukan gerakan flik-flak
· Melakukan gerakan lompat kangkang
· Melakukan gerakan loncat harimau (Tiger sprong)
· Melakukan gerakan lompat jongkok
· Berguling di atas peti
· Melakukan gerak ketangkasan beregu (membentuk piramid)
· Senam lantai dan ketangkasan
Standar Kompetensi : 4. Melakukan berbagai aktivitas ritmik, hasil kreasi rangkaian, dan koordinasi gerak
berirama yang berdasarkan konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di
dalamnya.
Aspek : Aktivitas Ritmik
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
4.1. Menyusun rangkaian gerak sederhana senam aerobik
· Menciptakan rangkaian gerak senam aerobik
· Rangkaian gerak senam aerobik
Standar Kompetensi : 5. Memperagakan teknik-teknik gaya renang, permainan di air, dan upaya penyelamatan di
air berdasarkan konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Akuatik (Aktivitas Air)
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
5.1. Melakukan penyelamatan di air
· Memahami berbagai teknik penyelamatan di air
· Melakukan penyelamatan dengan membawa satu korban
· Mematuhi peraturan dan prosedur renang penyelamatan
· Penyelamatan di air
5.2. Bermain polo air
· Melakukan keterampilan bermain polo air
· Melakukan permainan polo air
· Mematuhi peraturan permainan polo air
· Polo air
Standar Kompetensi : 6. Melakukan berbagai aktivitas di luar Kelas seperti keterampilan penjelajahan dan
penyelamatan dalam kegiatan kegiatan di alam bebas berdasarkan konsep yang benar dan
memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Aspek : Pendidikan Luar Kelas (Outdoor Education)
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
6.1. Merancang penjelajahan di alam bebas
· Memilih jalan yang aman untuk dilalui
· Memilih lokasi yang nyaman untuk istirahat
· Menggunakan peralatan dan perlengakapan yang sesuai
· Menerapkan prinsip dasar menjelajah hutan dan pegunungan
· Memiliki etika yang baik dalam aktivitas penje-lajahan
· Penjelajahan di hutan dan pegunungan
6.2. Mempraktikkan penyelamatan kegiatan di alam bebas
· Menampilkan keterampilan dasar penyelamatan kecelakaan dalam penjelajahan di hutan dan pegunungan
· Mempraktikkan penyelamatan kecelakaan dalam penjelajahan di hutan dan gunung
· Penyelamatan di hutan dan gunung
Diposting oleh D.F. Mirdianto, S.Pd di 21.12 0 komentar